Pagi itu terasa lebih berat dari biasanya.
Tidak ada teriakan riang Ji Eun, tidak ada suara kecil yang berlari menyambut. Rumah tetap berjalan seperti biasa... tapi tanpa kehangatan yang dulu.
Ji Eun duduk di ruang keluarga, memeluk boneka kesayangannya. Wajahnya murung, matanya masih menyimpan sisa kecewa dari malam-malam yang berulang.
Jisoo berdiri tidak jauh dari sana.
Ia sudah bersiap sejak pagi.
Bukan untuk pergi
tapi untuk mencoba memperbaiki.
Langkahnya perlahan mendekat.
"Ji Eun..." panggilnya lembut.
Anak kecil itu menoleh sekilas.
Lalu kembali menunduk.
Tidak menjawab.
Jisoo berlutut di depannya.
"Dada mau ngomong," lanjutnya pelan.
Ji Eun diam.
Tangannya semakin erat memeluk bonekanya.
"Dada minta maaf ya... soal kemarin-kemarin," ucap Jisoo, kali ini lebih tulus.
Ji Eun akhirnya mengangkat wajahnya.
Matanya langsung menatap Jisoo.
Bukan dengan rindu.
Tapi dengan luka yang masih jelas.
"Dada bohong."
Kalimat itu keluar cepat.
Tanpa ragu.
Jisoo terdiam.
"Apa?" suaranya melemah.
"Kata Dada mau pulang cepat..." lanjut Ji Eun, suaranya mulai bergetar.
"Tapi Dada nggak pulang"
Setiap kata terasa seperti menampar.
Jisoo menelan ludah.
"Dada benar-benar-"
"Aku nggak mau dengar!" potong Ji Eun.
Air matanya mulai jatuh.
Ia berdiri tiba-tiba.
"Aku capek nunggu Dada!" ucapnya, kini menangis.
Suara tangis itu memenuhi ruangan.
"Kemarin aku bawa gambar... Dada juga nggak lihat!"
"Aku tunggu... terus tidur... tapi Dada nggak datang!"
Jisoo hanya bisa diam.
Tidak ada pembelaan yang cukup.
Tidak ada alasan yang bisa memperbaiki semua itu dalam satu kalimat.
Ji Eun menggeleng, mundur sedikit.
"Dada jahat..."
Kalimat itu lirih.
Namun menghancurkan.
Jennie yang sejak tadi berdiri di kejauhan hanya bisa memejamkan mata.
Hatinya sakit melihat itu.
Namun kali ini
ia tidak maju.
Tidak menenangkan.
Tidak membela.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU bukan DIA [Jensoo]
Fiksi PenggemarRumit kalau di jelasin baca aja kalau mau
![AKU bukan DIA [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/330323760-64-k21396.jpg)