Malam yang tadinya tenang itu... tiba-tiba terusik.
Jisoo dan Jennie masih di balkon, dalam pelukan yang hangat, ketika ponsel Jisoo bergetar di dalam kamar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Awalnya Jisoo mengabaikan.
Tapi getarannya terus berulang.
Jennie pelan melepaskan pelukannya.
"Angkat dulu... siapa tahu penting."
Jisoo menghela napas, lalu masuk ke kamar dan melihat layar ponselnya.
Nama asisten nya muncul. An yujin
Seketika, firasatnya berubah.
Ia langsung mengangkat.
"Halo, Yujin a..."
Jennie berdiri di ambang pintu, memperhatikan.
Wajah Jisoo yang tadinya tenang... perlahan berubah serius.
"Iya, saya dengar."
Hening sejenak.
"Besok pagi?" ulangnya.
Jennie langsung mengernyit.
Jisoo berjalan pelan ke sisi tempat tidur, satu tangan di pinggang, pikirannya jelas mulai bekerja.
"Iya, saya bisa datang lebih pagi," lanjutnya.
Nada suaranya profesional-tapi tegang.
"Masalah di cabang ya,? ... Baik, saya pelajari dulu malam ini."
Beberapa detik lagi... lalu telepon ditutup.
Sunyi.
Jisoo diam beberapa saat, menatap kosong ke depan.
Jennie mendekat.
"Ada apa?"
Jisoo mengusap wajahnya.
"Ada masalah di kantor cabang. Besok harus meeting pagi-pagi banget."
"Seberapa pagi?" tanya Jennie
"Lebih pagi dari biasanya," jawab Jisoo "Kemungkinan aku harus berangkat sebelum ji Eun bangun."
Jennie terdiam.
Sedikit kecewa... tapi ia menahan.
"Penting ya?" tanyanya pelan.
Jisoo mengangguk.
"Lumayan serius."
Jennie menghela napas kecil.
"Iya sudah... kerja dulu."
Jisoo menatapnya.
"Aku baru saja pulang dari semua drama ini... sekarang kerjaan juga ikut-ikutan," katanya setengah bercanda, tapi jelas lelah.
Jennie tersenyum tipis.
"Hidup nggak pernah ngantri ya."
![AKU bukan DIA [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/330323760-64-k21396.jpg)