Sudah satu bulan berlalu dan selama itu pula Jisoo tidak pulang dia masih berada di Busan pekerjaannya di sana belum juga usai Dan jadi Jennie sudah sangat merindukannya begitu juga dengan anak-anaknya.
"Mommy,kapan Dada pulang?"tanya si bungsu yang sudah sangat merindukan Dada nya
"Iya mom,kami sudah sangat merindukan Dada"sahut Jean
"Mommy tidak tahu, mungkin pekerjaan Dada di sana belum selesai makanya belum pulang, sabar ya anak-anak...Mommy juga sangat merindukan nya"
"Mom, hari ini aku akan pulang telat soalnya ada tambahan ekskul di kampus"
"Oh gitu, ya sudah tapi kamu harus makan tepat waktu oke"
"Oke mom"
Ji Eun semenjak perginya Jisoo keluar kota dia jadi lebih banyak keluar rumah dan Jennie mencoba untuk percaya nya karena dia sudah membicarakan hati ke hati dengan putrinya bahwa Ji Eun harus selalu menjaga kepercayaan orang tuanya jika tidak ingin orang tuanya kecewa lagi.
Dan Ji Eun juga sangat menyesalinya dan dirinya pun sudah mulai terbuka dengan mommy nya meskipun Jisoo tidak ada di rumah Ji Eun berharap bisa mendapatkan maaf dari Dada nya nanti ketika pulang.
"Anak-anak hari ini mommy yang akan mengantar kalian ke sekolah ya"
"Yeyy! di antar mommy "antusiasnya si bungsu Jena.
"Mommy, pulangnya mau dijemput kan?"tanya Jean
"Mommy tidak tahu sayang...tapi nanti coba mommy sesuai kan dengan jadwal meeting mommy ya"Jean menganggukan kepalanya.
"Aku ingin ke mall mommy "
"Kenapa tumben?"
"Ada Lego terbaru mom, jadi aku ingin membelinya boleh kan?"
"Ck, koleksi Lego kamu sudah banyak Jean"sahut Si Woo.
"Kurang Hyung, kali ini lebih keren "balas Jean dengan sangat antusias.
"Aku juga mau beli boneka baru mommy"mendengar kakak kembarannya ingin membeli sesuatu di mall dia pun jadi ikutan ingin beli boneka baru.
"Baiklah pulang sekolah nanti kita mampir ke mall tapi ada syaratnya kalian harus tambah semangat belajarnya, bagaimana?"
"Setuju!"sahut Si kembar dengan sangat antusias.
"Si Woo nanti kamu juga ikut ya"
"Untuk apa mom?"
"Tidak apa-apa tapi emangnya kamu tidak mau ikut, siapa tahu ada sesuatu yang mau kamu beli di sana nanti?"
"Baiklah aku akan ikut"
Walaupun sebenarnya Si Woo sangat malas untuk pergi ke mall yang di mana di sana banyak orang dan hal itu yang membuat dia tidak menyukainya Dia sangat tidak menyukai keramaian dan kebisingan.
Apalagi kalau dia ikut ke mall dan ada si kembar di sana sudah pasti dia yang akan menjadi pengasuh dan mommy nya asik berbelanja sana-sini.
Si Woo itu persis seperti Jisoo yang tidak menyukai keramaian kebisingan dan tentunya Dia sangat tidak menyukai kalau dia berpergian dengan mommy nya
Si Woo lebih suka diajak berpergian bersama dengan Jisoo karena Dada nya sudah pasti akan mengajaknya ke studio game yang di mana itu tempat favoritnya bersama Dada nya.
(Tentang kesukaan Perlu kalian tahu sifatnya Si Woo itu sangat persis dengan Jisoo sedangkan Jena itu lebih ikut ke Jennie cerewet dan centil sedangkan Jean entahlah dia ikut ke siapa karena Jisoo mau pun Jennie tidak suka mengoleksi Lego yang menurut mereka berdua itu sangat rumit yang harus dirakit menjadi bentuk menarik sedangkan Ji Eun dia lebih ke alat musik padahal Jennie tidak suka alat musik begitupun Jisoo mungkin Putri pertamanya itu lebih mengikuti ayah kandungnya yang suka dengan alat musik dan Jennie benci itu tapi dia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mendukungnya.)
Tibalah kini mereka yang sudah berada di sebuah gedung perbelanjaan yang biasa disebut mall orang-orang berlalu lalang berbelanja ke sana kemari menenteng beberapa tas dan juga makanan tulisannya sangat ramai tentunya.
"Lihat bagus kan?"tunjuk Jean pada jena
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ih jelek bagusan boneka aku yang lucu"
"Hei Kamu kan belum lihat bentuk aslinya kalau kamu sudah lihat bentuk aslinya pasti akan suka"
"Mana bisa begitu berkali-kali aku lihat bentuk aslinya yang ada di kamar kamu buktinya aku nggak suka-suka"
"Sudah jangan berantem malu dilihat orang"sahut Jennie di tengah-tengah pertikaian saudara kembar itu.
"Si Woo,kamu ga mau beli apapun yang kamu sukai?"tanya Jennie pada putra kedua nya.
"Tidak mom tapi boleh ga ke video game dulu?"
"Ah tidak,itu pasti lama mommy masih ada yang harus di beli lagi...yang lain saja"
"Ya sudah terserah mommy saja"
Selalu gitu mommy nya selalu menolak jikalau dia memintanya untuk menemani ke studio game Si Woo bisa aja pergi sendiri tapi nanti yang bayar siapa kalau bukan uang dari orang tuanya karena dia belum diizinkan untuk memegang uang sendiri kecuali uang itu harus ditabung.
"Kamu tuh sama persis seperti Dada kamu ya dikit-dikit game dikit-dikit game apa nggak sakit mata tiap hari game terus"ngomelnya sembari berjalan meninggalkan anak-anaknya di belakang.
"Biarin daripada dikit-dikit belanja boros"gumamnya mendengar ocehan dari mommy nya yang tidak menyukai game.
"Oppa,aku aduin sama mommy ya"si bungsu yang tak sengaja mendengar gumaman sang kakak
"Eh jang-"
"Mommy"
"Jena tunggu...ayo Jean"tarik Si Woo pada lengan Jean agar dia ikut berlari menyusul si bungsu yang akan mengadu.
"Pelan-pelan Hyung nanti Lego aku rusak"
"Mommy,kata oppa Si Woo belanja itu pemborosan dan bisa membuat kita miskin Apa itu benar mom?"Adu si bungsu setelah sampai di dekat Mommy nya.
"Hah Oppa Si Woo bilang gitu?"si bungsu mengangguk mengiyakan.
"Si Woo benar apa yang dibilang adikmu?"tanya Jennie meminta penjelasan dari putra keduanya.
"Apa? Aku tidak bilang apa-apa"
"iih Oppa tadi bilang kalau belanja-belanja itu pemborosan dan bisa bikin kita miskin nanti"
"Eh aku tadi nggak bilang gitu ya Jena"
"Si Woo dengar belanja itu wajib karena itu kebutuhan kita dan soal miskin kamu tahu?...Dada kamu itu sangat kaya raya jadi kita tidak akan miskin sampai kamu punya cicit pun tidak akan oke,jadi kamu tenang aja"jelas Jennie yang dengan bangganya membeberkan kekayaan suaminya pada anak-anaknya katakanlah Dia sombong
"Iya mom aku percaya tapi aku tadi tidak bilang gitu...ya kan Jean?"adik laki-lakinya itu mengangguk dan mengiyakan ucapan kakak laki-lakinya itu.
"Sudahlah ayo temani mommy di sana"ajak Jennie pada anak-anaknya agar mengikuti dirinya belanja.