50

275 44 3
                                        












































Malam itu, setelah ji Eun akhirnya tertidur dengan lebih tenang, rumah kembali hening.

Lampu kamar diredupkan. Suara napas ji Eun terdengar pelan dan teratur.

Jennie berdiri di samping tempat tidur beberapa saat... menatap putrinya.

Lalu ia keluar kamar, menutup pintu perlahan.

Di ruang tengah, Jisoo duduk sendiri.

Diam.

Seperti beberapa hari terakhir-penuh pikiran, tapi tidak banyak bicara.

Jennie mendekat pelan.

Ia tidak langsung duduk.

Hanya berdiri di belakang Jisoo... menatapnya cukup lama.

"Aku capek ya kelihatannya?" tanya Jisoo tanpa menoleh.

Jennie tersenyum kecil sembari mengusap wajah Jisoo dengan lembut
"Sedikit."

Jisoo menghela napas.
"Banyak yang dipikirin."

Jennie akhirnya duduk di sampingnya.

Beberapa detik... mereka diam.

Lalu Jennie berkata pelan-

"Makasih ya..."

Jisoo menoleh, sedikit bingung.
"Untuk apa?"

Jennie menatapnya.

Matanya lembut... tapi penuh rasa.

"Untuk tetap di sini," katanya.
"Untuk ji Eun... untuk aku... untuk semuanya."

Jisoo tidak langsung menjawab.

Jennie melanjutkan, suaranya sedikit bergetar,
"Aku tahu ini nggak mudah. Bahkan mungkin... berat banget buat kamu."

Jisoo tersenyum tipis.
"Iya... berat."

"Tapi kamu tetap bertahan," kata Jennie
"Dan kamu nggak pernah sekalipun bikin ji Eun merasa dia 'bukan siapa-siapa'."

Jisoo menunduk sedikit.

Jennie menahan air matanya.

"Kamu tahu nggak..." lanjutnya, "dia selalu bilang kamu ayah. Bukan karena dia nggak tahu... tapi karena dia memilih."

Jisoo menatap Jennie lagi.

Dan untuk pertama kalinya malam itu-
matanya sedikit melembut.

"Aku bangga sama kamu, Ji" kata Jennie jujur.
"Bukan hanya karena kamu sempurna di mata ku... tapi karena kamu memilih untuk mencintai tanpa syarat."

Hening.

Jisoo menelan pelan.

"Aku nggak pernah mikir dia bukan anakku," katanya akhirnya.
"Dari awal meski berulang kali aku mengabaikan tapi hatiku... aku sudah anggap dia putri ku"

Air mata Jennie jatuh.

"Aku takut dulu..." bisiknya. "Takut nggak ada yang bisa terima aku... sama ji Eun."

Jisoo menggeleng pelan.
"Itu masa lalu kamu."

"Iya," jawab Jennie. "Tapi kamu... kamu yang bikin aku berani mulai lagi."

Jisoo menatapnya lebih dalam sekarang.

"Dan soal dia..." Jennie berhenti sejenak, lalu berkata pelan,
"apa pun yang pernah aku rasakan dulu... itu sudah selesai."

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang