Hari itu terasa istimewa dengan cara yang sederhana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di kamar rumah sakit yang kini dipenuhi kehangatan, Jennie duduk bersandar sambil menggendong bayi kecil mereka. Putri pertama mereka duduk di samping, sesekali mengintip wajah adiknya dengan penuh rasa penasaran.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sementara itu, Jisoo berdiri di dekat mereka, memperhatikan dengan tatapan yang lembut namun dalam seolah sedang memikirkan sesuatu yang penting.
"Sayang..." panggilnya pelan.
Jennie menoleh. "Iya?"
Jisoo mendekat, lalu duduk di tepi tempat tidur. Ia menatap bayi kecil itu beberapa detik, sebelum akhirnya menarik napas pelan.
"Aku sudah kepikiran nama untuk dia," ucapnya.
Jennie tersenyum tipis. "Akhirnya..."
Putri pertama mereka langsung ikut bersuara, "Nama adik?"
Jisoo mengangguk, lalu menatap Jennie dengan penuh arti.
"Kim Si-woo."
Nama itu diucapkan dengan pelan, namun terasa penuh makna.
Jennie mengulangnya dalam hati, lalu tersenyum hangat. "Kim Si-woo..."
Ia menatap bayi dalam pelukannya, mengelus pipinya dengan lembut.
"Artinya apa?" tanyanya pelan.
Jisoo menjawab dengan tenang,
"Si-woo... berarti harapan yang kuat dan perlindungan. Aku ingin dia tumbuh jadi seseorang yang kuat... tapi juga bisa melindungi orang-orang yang dia sayang."
Jennie terdiam sejenak, matanya mulai berkaca-kaca.