Bab 56

2K 224 27
                                        

Anin berdiri di depan cermin kamar mandi sambil memperhatikan wajahnya yang memerah. Dia pun menangkup kedua pipinya dan menepuk-nepuknya pelan.

"Tenangkan dirimu nin" ucap anin pada dirinya

Setelah hatinya mulai tenang, dia pun langsung mandi untuk menghilangkan hawa panas yang bergejolak di dalam hatinya...

Namun anehnya, gambaran perut regie yang kotak-kotak selalu terlihat jelas dalam pikiranya, bahkan ujung jarinya masih tetap mengingat betapa keras dan hangatnya perut itu.

Di bawah guyuran air yang keluar dari shower, anin pun menggelengakan kepalanya mencoba untuk menghilangkan pikiran itu..

Dia pun terus berusaha untuk tak mengingat betapa kerenya perut regie, sampai pada akhirnya, dia pun selesai dengan aktifitas permandianya.

Dia pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.

"Aku bantu keringkan" ucap regie tersenyum dan langsung bangun dari duduknya

"Gak usah, kau duduk saja" tolak anin yang merasa canggung karna masih terpikir perut sixpack regie.

Regie yang mendapat penolakan tak menghiraukan perkataan anin, dia berjalan dengan terpincang mendekat kearah anin yang sudah duduk di depan meja rias kamar itu...

"Sini" ucap regie meminta hairdreyer yang akan anin gunakan

Tukkk

Suara kepala anin menyentuh petut regie yang berdiri tepat di belakangnya

'Memang perutnya sekeras ini yah' batin anin sambil memejamkan matanya

"Kak anin?" Tanya regie membuyarkan pikiran anin

"Ha... hahhhh????" Jawab anin gelagapan sambil mendongakan wajahnya menatap regie

"Kamu kenapa?" Regie menangkup kedua pipi anin dan membungkukan badanya. Wajah mereka pun kini saling berdekatan.

Regie yang terpesona dengan bibir anin yang basah dan terlihat kenyal pun mulai menghapus jarak di antara wajah mereka.

Gyutttt

Sekarang ujung hidung mereka saling bersentuhan. Regie pun terus memandang bibir anin dan mulai menggesekan ujung hidungnya menggelitik hidung anin.

"Aku sangat menginginkan mu kak" ucap regie pelan

Anin pun memejamkan kedua matanya saat merasakan hembusan nafas regi di wajahnya

Cuppppp

Sebuah kecupan mendarat di bibir anin

Cupppp .... cuppp... cuppp...

Lagi dan lagi regie hanya mengecup bibir anin perlahan

Sampai akhirnya, anin pun membuka bibirnya dan regie langsung melahap bibir atas anin dan menyesapnya...

Regie menggigit bibir atas anin dengan bibirnya, lalu menariknya dan melepaskanya, kemudian dia lahap lagi bibir itu dan menghisapnya pelan.

Anin yang mulai terbawa oleh ciuman regie yang terkesan kasar namun lembut itu pun mulai membalas ciuman regie. Saat regie menyesap bibir bagian atasnya, dia pun ikut menyesap bibir atas regie yang berada dalam mulutnya.

Saat regie menarik bibirnya, dia pun ikut menarik pelan bibir regie dengan lembut...

Clappp.. clappp.. clappp

Suara decapan bibir yang saling menyesap satu sama lain membahana di dalam kamar hotel....

Regie yang sangat menginginkan anin pun mulai kehilangan kontrolnya... ciuman yang awalnya lembut sekarang berubah menjadi kasar dan buas... ciumanya itu seoalah olah berkata 'aku ingin lebih!'.

MY BAD GIRLFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang