Pov Regie
Aku duduk di meja kerjaku dengan beberapa tumpuk pekerjaan yang harus ku selesaikan saat ini juga.
Pekerjaan ku terus menumpuk sebab aku terus menundanya. Alasan ku menunda pekerjaan bukan karna aku malas, tapi karna ada pekerjaan lain yg lebih mendesak menurutku.
Aku sering melakukan rapat direksi dengan hrd rumah sakit untuk menambah dokter baru di bangsal UGD, awalnya mereka kekeh tak ingin memasukan seorang dokter intern ke dalam rumah sakit dengan alasan mereka belum berpengalaman.
Tapi aku meyakin kan mereka bahwa memberikan kesempatan untuk dokter muda itu juga tindakan yang baik, asalkan mereka bekerja di bawah dokter senior yg akan membimbing mereka.
Kakek juga sempat menanyakan alasan kenapa ku ingin menambah dokter jaga di ugd secepatnya.
Aku hanya menjawab saat aku melakukan kunjungan ke rumahsakit aku melihat bahwa bangsal ugd sangat kewalahan menangani pasien yang terus berdatangan. Aku pun menceritakan bahwa aku bertemu dengan dokter muda yang tak tidur selama 24 jam. Dan itu sangat berisiko untuk pasien saat kondisi dokter dalam keadaan kelelahan.
Akhirnya kakek dan para direksi rumahsakit pun setuju dengan usulanku.
"Syukurlah. Sekarang kak anin tak perlu lagi melakukan double shift"
Aku menggelengkan kepala ku mengusir pikiran tentang kak anin dari otak ku dan kembali fokus ke pekerjaan yang ada di hadapan ku.
Mataku terasa perih setelah 5 jam lebih menatap layar monitor. Aku melepaskan kacamata baca ku dan menyandarkan tubuhku di sandaran kursi serta memijat pelan mata ku.
Tingggg....
Suara ponsel ku berbunyi.
Aku dengan enggan meraih ponsel ku dan melihat isi pesan yang seseorang kirimkan untuk ku.
Aku tersenyum membaca pesan itu dan langsung membalasnya.
Regie: sama-sama, apa kamu sudah menghabiskan sandwichesnya?
Tingg...
Tak lama kemudian balasan darinya muncul
Dr.anin: sudah
Regie: jam berapa shift mu berakhir?
Dr.anin: sekitar jam 12 malam
Regie: aku akan menjemput mu
Dr.anin: tak perlu, aku akan pulang dengan teman ku.
Teman syp??? Pikir ku...
Apa itu laki-laki yang ku lihat bersamanya kemaren??
'Ahh ternyata dia memang lebih menyukai laki-laki' batin ku tersenyum kecut dan meletakan kembali ponselku tanpa membalas pesanya.
Aku kembali mengerjakan pekerjaan ku untuk mengalihkan pikiran ku dari kak anin.
Waktu terus berlalu, suasana di sekitarku terasa begitu sunyi. Aku pun melirik jam di pergelangan tangan ku.
"Pantas saja, sudah jam 12 lewat toh"
Aku meregangkan tubuhku yang terasa kaku setelah seharian duduk di depan komputer.
Aku mengecek layar ponselku dan mencari notifikasi pesan dari seorang dokter yang selalu ku tunggu.
"Hahhh. apa yang kamu arepin sih reg" eluhku memasukan ponsel kedalam saku celana.
Aku merapihkan berkas-berkas yang belum aku selesaikan. Lalu memakai jas hitamku dan berjalan keluar ruang kerjaku membawa berkas dan juga laptop ku karna aku berencana untuk menyelesaikan pekerjaan ku di apartement.
