Aku dan regie sepakat untuk menghabiskan sisa waktu liburan kami di hotel yang kimi pesan ini.
Kita akan melakukan banyak hal bersama seperti tidur bersama, mandi bersama dan nonton film bersama. Kita berdua seperti pengantin baru yang sedang honey moon, tak pernah keluar kamar hotel selain untuk makan di restoran bawah.
Jujur aku sangat kewalahan mengimbangi regie... kami sudah berulang kali melakukan itu, tapi dia slalu meminta lagi dan lagi. Dia sama sekali tak memberiku jeda untuk istirahat, menyebalkan!
"Kakkkkkk" ucap regie dengan wajah memelas.
Aku tak menjawab dan hanya melirik sinis kearahnya.
Bagaimana aku gak marah! Kita baru saja melakukan itu 5 menit yang lalu dan dia sudah memintanya lagi!!
"Ayoo lah kakkk" ucapnya terus memohon sambil mengusalkan wajahnya di leherku.
"..........."
"Sekali lagi aja kak, bolehh ya.. ya... yaaa?"
"Nooooo.... regie!!" Aku melotot kearahnya sambil menahan tanganya yg mulai merabai dada ku.
Bagaimana aku bisa melakukanya lagi? untuk berjalan ke kmr mandi saja sudah tak kuat. Padahal aku sangat ingin membersihkan tubuhku yg terasa sangat lengket, tapi kaki dan tubuhku sangat lemas, pinggang ku juga terasa nyeri saat aku bergerak. Bahkan aku pun sudah tak punya tenaga untuk sekedar berdebat dengan regie sekarang.
Aku menyibak selimut yang menutupi tubuh telanjangku, menyingkirkan tangan regie yang mendekap ku dan mencoba bangun dari tidurku.
"Aadduu du duhhh" aku meringis kesakitan memegangi pinggang ku... kurasa pinggang ku remuk sekarang 😔
"Kakak kenapa?? Sakit?" Dia memandang ku dengan wajah khawatir.
Aku menyibak tanganya yang hendak menyentuh keningku, aku benar-benar kesal denganya!
Padahal dia yang membuat ku begini, tapi kenapa dia memasang wajah seperti itu!!
Kenapa saat tadi aku menyuruhnya berhenti, dia tak melakukanya dan malah mempercepat jarinya!
Rasanya ingin ku cakar-cakar wajahnya yang ganteng tapi cantik itu!!
"Awas, aku mau ke kamar mandi"
Greppp
Dia membopong tubuhku dan berjalan terpincang ke arah kamar mandi.
"Turunkan aku reg, kakimu sedang terluka, aku gak mau itu semakin parah!"
"Gak bakal tambah parah, kan sudah di obatin sama calon dokter cantik" dia mendekatkan wajahnya ke arahku dan tersenyum. Aku pun menoleh menghindari tatapanya.
Yah... semalam aku banyak menceritakan tentang diriku dan keinginan ku padanya. Aku ingin dia sedikit mengerti posisiku saat nanti aku meninggalkanya sendiri di sini.
Aku bingung dengan perasaan ku sendiri, aku ingin jadi orang jahatnya di kisah ini, tapi aku tak ingin dia 100% membenci diriku! Ada sedikit rasa sedih saat membayangkan dia marah pada ku.
"Kak aninn?" Tanya regi membuyarkan pikiran ku
Dia mendudukan ku perlahan di atas dudukan toilet dan berjongkok di depan ku.
Aku hanya diam menatapnya.
"Bolehkah aku membantu mu kak?
"Gak!"
"Kenapa?"
"Kamu pasti akan melakuknya lagi seperti kemaren!"
"Enggak, aku janji"
