Bab 57

2.7K 192 41
                                        

Aku bingung bagaimana cara menolak permintaanya itu, sekarang dia terlihat seperti anak kecil yang di belikan mainan kesukaanya. Matanya berbinar dan senyum mengembang di wajahnya saat dia sedang mengelap jari-jarinya dengan tisu basah!!

Ayooo anin!! Putar otak mu untuk menolaknya.. jangan turuti permintaanya yang menyakitkan!

"Sudah bersih kak" ucapnya menujukan jari.

"Ahh yah, itu sangat bersih dan mengkilat. Pintarrr"

Ucap ku memuji, padahal aku menyuruhnya melakukan itu untuk menundanya memasukiku, tapi kenapa jantungku berdebar kencang saat dia menunjukan jarinya sambil tersenyum seperti itu!!

"Kak?"

"Ahhh emmm... yahhh?"

"Bolehkah aku mememasukimu sekarang?"

Siall, Lihattt wajahnya itu!! Aku tak bisa mengecewakanya 😣

Akhirnya aku mengangguk sambil mengutuki diriku sendiri dalam hati. Dia mulai mendekatkan wajahnya mencium ku, aku merasakan bibirnya sedikit gemetar saat bibirnya menyentuh bibirku, tanganya pun terasa dingin dan basah karna keringat saat mengusapi pahaku.

Tanganya itu gemetar seperti malu-malu saat menjelajah lebih dalam ke area paha bagian dalam ku.

Apakah dia juga gugup sepertiku?

Aku mulai terbuai olehnya, oleh perlakuanya yang sangat hati-hati menyentuh tubuh ku dan memperlakukan ku.

Mungkin melakukan itu tak akan semenyakitkan itu,pikirku.

Aku pun membiarkan bibir dan tanganya menggerayangi tubuhku.

Wajahku di hujani ciuman lembut  bibirnya, lalu dia membenamkan wajahnya di leherku, aku pun memiringkan wajahku agar dia leluasa mengendus,menjilat bahkan menggigit leherku.

Aku menggigit bibir untuk menahan rasa geli di sekujur tubuhku saat tanganya yang gemetar berada di paha paling atasku.

"Ahhhh regggg.. tung-tunggu"

Aku menahan tanganya saat dia menyelipkan jarinya di cd ku untuk melepaskannya.

"Bukankah ini tak adil?"

Dia menatap bingung kearahku.

"Jika kau melepaskan cd ku, aku akan benar-benar telanjang di hadapan mu"

Wajahnya semakin memerah dan malu-malu.. dia terlihat menggemaskan sekarang!!

"A-apkahh kakak malu?"

"Yahhh.. aku akan sangat malu"

"Kakak gak usah malu, tubuhmu terlihat sangat indah"

Ok, ucapanya sukses membuat ku semakin malu. Apa lagi saat matanya terus memandang ke arah dadaku yang tak tertutup apa pun.

"Bolehkah aku melanjutkanya?"

"Apa kau sangat ingin melakukanya?"

"Ya, aku sangat ingin memasukimu dan menjadikan mu milik ku"

"Ta-tapi aku sangat malu sekarang" aku menutup wajahku

Lama tak terdengar jawaban darinya.

"Aku akan membuka bajuku juga, apa itu akan mengurangi rasa malu mu?"

Aku langsung membuka tangan ku dan melihat dia sedang membuka kaos singletnya..

Ohh damn!! Lihat perutnya 😳

Sekarang dia terlihat malu-malu dengan hanya mengenakan sportbranya.

"Bolehkah aku memegangnya?"

Aku langsung menyentuh perut sixpacknya setelah dia mengangguk mengiyakan, "Kerasnya" kata itu keluar dari mulut ku saat aku menekan-nekan perutnya.

MY BAD GIRLFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang