Bab 60

1.3K 147 14
                                        

Aku duduk di sebuah cafe yang ada di dlm rumah sakit, Memesan sebuah croisant dan ice americano sebagai menu sarapan pagiku yang tertunda.

Aku menyesap kopi ku sambil memperhatikan beberapa perawat, dokter dan juga pengunjung yang berlalu lalang di area lobby rumah sakit.

"Permisi"

Aku menoleh ke asal suara yang sedang berdiri di samping tempat ku duduk. Aku hanya mengangkat sebelah alis menatapnya.

"Ahh... bolehkah saya duduk di sini? Seluruh meja sudah penuh dan hanya tersisa yang disini"

Aku pun mengedarkan pandangan ku dan yah.. ternyata benar hanya kursi di depan ku lah yang kosong..

Aku mengangguk acuh dan kembali memperhatikan aktifitas perawat dan juga dokter yang sedang sibuk menangani berberapa pasian akibat kecelakaan lalu lintas.

Ada sebuah mobil van yang terguling dan mengakibatkan seluruh penumpangnya mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan secepat mungkin. Mereka tampak terampil dan sigap.

"Aku benar-benar bangga" gumam ku memuji mereka

"Yaaaa?" Gadis di depan ku bertanya dengan wajah kebingungan.

"Mereka" ucap ku melontarkan mata kearah keributan di lobby.

"Ahh.. mereka memang sangat mengagumkan, padahal dengan kondisi bangsal ugd yg kekurangan dokter jaga itu sangat melelahkan, tapi mereka tetap saja melayani para pasien yg terus berdatangan"

"Kekurangan dokter jaga??"

"Yah.. hanya ada seorang dokter jaga sekarang, dan beberapa dokter dari unit lain terpaksa membantu.. termasuk saya"

"????"

"Hehe saya juga dokter loh"

"Terus kenapa anda masih tetap di sini bukanya membantu??"

"Ayolah... aku baru saja beristirahat setelah 24 jam terjaga.. aku hanya ingin meminum secangkir kopi untuk menjaga mataku agar tak terpejam saat melayani pasien, anda tak melihat seberapa menakutkanya lingkaran hitam di mata ku??"

"Tapi kalau anda disini, lalu siapa yang akan membantu di sana!"

"Ada dokter anin yang menggantikan ku sampai aku menghabiskan secangkir kopi ini"

"Dokter anin??" Aku mengingat kembali sosok yang ku hilangkan paksa dari pikiran ku.

Apakah itu dia?? Apa dia sudah jadi seorang dokter sesuai keinginanya?? Ahh tak mungkin! Kalaupun dia jadi dokter, kakek tak akan menempatkanya di rumah sakit kita. Ada banyak nama anin di dunia ini, jadi tolong jangan berharap dan jangan mengingatnya lagi reg!!

"Iyah dr. Anin... dia dokter bedah, tapi jangan khawatir. Selama masa intern dia berada di unit UGD selama beberapa tahun di rumah sakit terkemuka di luar negri"

"Ok"

"Apakah anda sedang menjaga kerabat anda?"

"Tidak"

"A-anda sakit kah??"

"Tidak"

"Lalu???? Kenapa anda ada di rumah sakit"

"Mengisi acara pembukaan pusat rehabilitasi kangker"

"Ahh anda seorang mc" gadis itu mengangguk-anggukan kepalanya.

Aku yang malas membicarakan tentang diriku memilih untuk meninggalkannya tanpa menjelaskan syp diriku sebenarnya.

"Haiii... croisant mu"

"Untuk mu saja, anggap saja hadiah kerja keras mu dokter" ucapku tulus. Aku pun ikut tersenyum saat gadis itu tersenyum memandang croisant di atas piring yang belum ku sentuh sama sekali.

MY BAD GIRLFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang