Bab 59

1.1K 137 9
                                        

POV REGIE

Aku mengerjapkan mata, tangan ku mencari sosok mungil yg semalam terus menempel padaku.

"Ahh mungkin dia sedang mandi" ucap ku melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul 08.00

Aku mengusap mataku yang masih sedikit terasa berat, menyibakan selimut yang menutupi tubuh telanjang ku dan berjalan kearah kamar mandi.

Tokk... tokk.. tokk...

"Kak anin??"

"........"

"Kakkk... buka pintunya kak.."

"......."

"Kakak di dalem kan?"

Karna terus tak ada jawaban, aku meraih gagang pintu kamar mandi

'Gak di kunci?' Batin ku tersenyum

Aku kegirangan ingin menggoda kak anin yang ada di dlm, namun saat aku membuka pintu, aku tak mendapati sosoknya di dalam sana...

"Kemana dia??"

Aku mengedarkan pandangan ku mengelilingi ruang kamar hotel yang sudah 3 hari ini aku tempati...

Pandangan mataku berhenti di meja samping tempat tidur, aku berjalan mendekat mengambil selembar surat yang di letakan di atas meja.

Aku mulai membaca dengan diam isi surat yang dia tinggalkan untuk ku..

Ekspresi wajahku mulai mengeras setiap kali membaca kata demi kata yang tergores indah di lembaran kertas berwana putih.

Sampai pada kalimat terakhir, aku meremas kasar surat itu dan menggeram marah!!

"Dia lebih menyukai lelaki?!" Pikiran ku memutar memori saat aku dan dia saling bergumul meneriakan nama masing-masing saat kita mencapai puncaknya

"Lelaki mana yg dia sukai!! Hanya karna aku wanita dia meninggalkan ku seperti ini?? Yang benar saja... padahal dia terlihat sangat menikmatinya!!"

Aku menyambar pakaian ku dan mengenakanya meninggalkan kamar hotel dengan tergesa.

Langkah kaki ku lebar melewati lorong yang semalam aku lewati denganya. terus melangkah sampai aku berhenti di depan sebuah kamar yg tak asing.

Entah kenapa aku merasa ada yang janggal dengan isi surat yang menurut ku tidak sesuai dengan kenyataanya.

Jelas-jelas kak anin menikmatinya... dia bilang dia mencintai ku, dan semalam pun dia terus memintanya sampai aku kwalahan dengan tingkahnya.

Bahkan jariku masih sedikit kebas sekarang.

Aku menatap pangkal jari manis dan tengah ku yang sedikit lecet..

'Ahhh regg... regieee kuu... ahhhh... ahhhh' aku tersenyum mengingat adegan panas semalam. dia memeluk tubuhku, mengangkat sedikit pinggulnya dan melingkarkan kakinya di pinggangku.

Saat aku mempercepat gerakan tangan ku, dia mengencangkan pelukanya di leherku... aku pun terus bersemangat dan lebih mempercepat gerakan jariku.. bahkan aku tak peduli rasa sakit di jariku saat terus bertabrakan dengan miliknya..

'Regieeee.... Aaaggghhhhhhhhhh.........' dan akhirnya, rasa sakit itu terbayarkan oleh suara lenguhanya yang indah saat meneriakan namaku.

...

Aku menggedor pintu kamar itu dengan kasar.

"Kakekk.. buka pintunya!! Aku tau kamu yang membawa pergi kak anin kan!!"

Brakkk... brakkk... brakkk....

Aku terus menggedor-gedor dengan kuat sampai pintu itu terbuka dan memperlihatkan sesosok laki-laki paruh baya yang terlihat arogan di mataku.

MY BAD GIRLFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang