Sudah dua minggu kami berdua ada di sini. Dan semua sudah beres sekarang, itu berbeda dengan hari pertama kita datang kesini. Kami hampir tak bisa melakukan apa-apa. Sekarang, kami berdua tau apa yang akan kami lakukan dan ingin kan.
Setelah semua berkas studyku selesai di urus, aku mengajukan magang di rs. Terbesar di kota ini. Dan besok adalah hari di mana aku mendapatkan hasil akan di terima tidaknya magang ku.
Sedangkan regie, dia sibuk dengan urusan bisnisnya dengan kedua temanya. Setiap hari hanya duduk di depan laptopnya. Kadang menelpon seseorang hingga berjam-jam.
Dia tak pernah memperhatikan ku. Aku pun kesal karnanya. Aku merasa terabaikan. Apakah dia mengajak ku kabur hanya untuk di abaikan begini?!
"Reg... aku tidak tahan lagi"
Aku berdiri di samping meja kerjanya, melipat kedua tangan ku di dada sambil menatap sinis kearahnya yang sedang berkutat dengan laptopnya.
"Kenapa?"
"Kamu tidak punya waktu untuk ku, kita melarikan diri untuk hidup bersama, bukan bekerja sesukamu"
"Aku harus mendapatkan uang"
"Kamu sudah punya terlalu banyak, tapi kamu tidak punya waktu untuk tidur dan tidak punya waktu untuk ku"
Aku berjalan mendekat, mencoba untuk mematikan laptopnya. Namun dia menahan tangan ku dan menarik ku hingga aku duduk di atas pangkuanya.
"Jangan lakukan itu, atau aku tak akan punya waktu untuk tidur lagi"
"Beristirahatlah sebentar, kamu tidak harus mengorbankan kesehatan mu. Kamu adalah pacar seorang dokter, jadi tak boleh penyakitan!"
"Aku bekerja untuk mendukung pacar ku yang dokter ini agar jadi dokter yang hebat"
"Kamu memang harus mendukungku, tapi kadang-kadang kamu juga harus memakan ku. Jangan hanya diam di depan komputer mu, aku adalah pacar mu"
Dulu aku mengeluh akan dirinya yang selalu memakan ku setiap malam. namun sekarang aku merindukan sentuhanya. sejak terakhir dia memakan ku di malam saat kita sampai di rumah ini, dia tak pernah lagi menyentuh ku.
Itu sangat membuatku frustasi, sampai aku kehilangan kesabaran.
"Tapi aku harus menghasilkan uang"
"Uang mu tak penting jika kamu tidak memperhatikan ku. Matikan laptop mu sekarang"
"Baiklah, kamu terlihat marah"
"Itu karna pekerjaan mu menyita waktumu dariku"
Sekarang aku mengambil penuh kendali atas dirinya.
"Sekarang...."
Aku menarik kerah piyama tidurnya dan menatap matanya penuh goda.
"Aku ingin kau memakan ku, atauuu... haruskah aku yang memakan mu?"
Aku menggigit daun telinganya dengan bibir ku dan sedikit menariknya perlahan untuk mempermainkanya.
"Ok. Aku punya waktu 15 menit untuk memakan mu"
Aku bersandar di lehernya dan menjilatnya. Tangan ku bermain-main dia atas tulang selangkanya.
"Jangan atur waktu dengan ku, aku tak suka"
"Yaa....."
"Haruskah kita pindah ke kamar?" Tanya ku dengan suara menggoda
"Apa kamu sedang menggoda?"
Aku mengalungkan kedua tangan ku dan membenamkan wajah ku di lehernya saat dia menatap mataku. Aku sangat malu dan menyesal telah berbuat sejauh ini. Namun apa mau di kata, nasi sudah menjadi bubur.
