Bab 62

1.1K 140 5
                                        

Sesuai rencana, setelah menyelesaikan shift ku, sekarang aku berdiri di pintu gate internasional di bandara Soekarno Hatta.

Aku meraih ponsel di dalam tas ku untuk menelpon seseorang yang ku tunggu.

"Dimana kak??" Tanya ku saat orang itu mengangkat telpon.

"Ini sedang jalan keluar"

"Aku sudah di depan gate 7 kak"

"Ok, tunggu sebentar lagi yah" ucapnya sebelum mematikan sambungan telpon

Walaupun aku tak bisa melihat wajahnya, namun aku yakin wajah orang itu sedang tersenyum saat mengatakan itu.

Aku ikut tersenyum sambil memasukan ponsel ke dalam tas jinjing ku, melihat kearah lorong gate dan akhirnya aku melihat seorang laki-laki jangkung sedang berjalan melambaikan tanganya sambil tersenyum kepadaku.

Aku pun balas melambaikan tangan ku dan tersenyum ramah padanya..

"Kak aldooo" ucapku saat laki-laki itu hanya berjarak beberapa meter dari tempat ku berdiri.

"Haii cantik... bagaimana kabar mu?"

"Baik kak, gimana perjalananya, apakah melelahkan?"

"Lumayan, aku harus beberapa kali transit untuk sampai di indo"

"Dulu aku juga begitu kak, perjalanan dari china ke indo cukup menguras banyak waktu hehee.... gimana perasaan anda setelah 10 tahun lebih tidak pulang ke tanah air??" Tanyaku bersikap seolah olah seperti reporter yang sedang mewawancarai narasumbernya

"Biasa saja"

"Tcihhh dasar profesor muda yang kaku"

"Aku terlalu malas meladeni candaan anak kecil"

"Syp yang kakak maksud anak kecillll??"

"Kamuu"

"😒" aku melirik kesal kearahnya, dia pun hanya terkekeh sambil mengusap rambut ku gemas.

"Aghhh kebiasaan deh, rambutku jadi  berantakan tau"

"Gapapa, biar tambah lucuu"

Aku kembali melirik sebal kearahnya sambil merapikan rambut ku yang acak-acakan karna kelakuanya.

"Udh ayoo jalan, dimana kamu memarkirkan mobil mu?"

"Di tempat parkir lah" jawabku ketus

"Selama beberapa minggu kedepan di mana aku akan tinggal?..... haruskah kita tinggal bersama??" Godanya sambil membungkukan wajahnya mendekat ke arah ku

"Gak baik mimpi di siang bolong kak"

Lagi lagi dia hanya terkekeh...

Sepanjang perjalanan ke mobil, dia terus saja menggoda ku seperti biasa, kami memang sedekat itu, bahkan dari pada teman, aku lebih menganggapnya sebagai kakak ku sendiri.

Dia selalu membantuku saat aku berada di china, dia juga mengajariku banyak hal dalam study kedokteran ku, Apalagi pilihan spesialis kita sama.

Setelah aku kembali ke indonesia, kita tak pernah lupa untuk saling mengabari, setiap kali aku tak bisa menangkap penjelasan profesor penanggung jawab ku, aku akan menanyakanya pada kak aldo.

Dia juga akan bercerita kepadaku setiap  mendapati pasien dengan kondisi unik atau bahkan kritis.

"Aku akan mulai seminar di rumah sakit tempat mu, besok" ucap seseorang di balik kemudi memecahkan keheningan di dalam mobil.

"Benarkah?" Tanyaku antusias dan meletakan ponsel yang sejak tadi aku tatap.

"Yups, aku akan memberikan materi baru tentang prosedur pembedahan paru yang telah di lakukan di china"

MY BAD GIRLFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang