Bab 73

868 113 10
                                        

Regie menatap kakeknya yang masih berdiri di depan pintu.

"Jadi ini alasan kenapa kamu melarang karyawan mu melaporkan hasil pekerjaanya?" Tanya kakek regie tersenyum, namun senyuman itu sangat mengerikan bagiku. Aku semakin erat menggenggam tangan regie.

"Itu bukan urusan mu!"

"Kenapa bukan? Apa kau bertingkah seolah kau bos besar di sini?!... haha lucu sekali cucu ku ini"

"Apa yang kamu inginkan?"

"Kamu tanya keinginan ku??

"Yaa!"

"Emm menarik. Kucing kecil ini sedang melawan rupanya"

"Aku akan keluar dari perusahaan!"

"Emm baiklah"

Apa?? Segampang ini kakeknya menyerah? Kenapa ini malah semakin membuat ku takut?

"Reg...." aku memanggil wanita jangkung di depan ku dengan nada suara lirih.

"Ayo kita keluar"

Aku berjalan menunduk di belakang regie saat dia melangkahkan kakinya keluar ruang kerja nya.

Lutut ku lemas, tubuhku keringat dingin menahan rasa takut. Aku harus menguatkan diriku, aku tak bisa hanya mengandalkan regie untuk menghadapi ini sendirian.

Bagaimana pun juga, kita berdua harus saling menguatkan satu sama lain.

"Tunggu" suara dingin kakek regie membuat kita berdua berhenti.

Dadaku berdegub kencang.

Kan, pasti tak akan semudah ini.

"Serahkan kunci apart kalian berdua, dan kau anin. Mulai sekarang saya akan berhenti membiayai studymu. Kau bisa meninggalkan rumah sakit dan mencari rumah sakit lain untuk ujian praktik spesialismu. Aku sungguh menyayangkan bakat mu, tapi apa boleh buat. Dan ayah mu, akan saya berhentikan mulai hari ini"

"Ka-kauuuu!!" Ucap regie dengan menahan amarah.

"Kenapa? Kamu bilang ingin keluar, aku sudah mengiyakan. Lalu apa salah kalau aku mengambil fasilitas yang di sediakan oleh perusahaan?"

"Kenapa kau memecat om gita?!"

"Karna ingin"

"Kau tak seharusnya memecatnya! Om gita bekerja dengan baik, perusahaan cabang berkembang pesat karnanya. Lalu kenapa seenaknya kau pecat dia sialan!!"

"Aku bosnya, jadi terserah donk"

"Dasar tua bangka gak tahu diri. Mati saja kau!"

"Reg.. tenang. kamu gk boleh bilang gitu.. gimana pun dia tetap kakekmu" ucap ku mencoba menenangkan regie.

Sekarang aku benar-benar percaya kalau regie adalah cucu kandung kakek shani. Lihat saja cara mereka berdua bicara. Sangat persis bukan?!

"Kalau aku mati, aku akan membawa seluruh harta ku. Jangan harap dapat sepersen pun warisan dari ku"

"Cuihhhh... aku pun tak butuh!!"

"Haha sungguh menggelikan... kau akan tau bagaimana kekuatan uang berbicara"

Tanpa mengatakan apa pun, regie menarik tangan ku dengan lembut meninggalkan ruang kerjanya...

Kita meninggalkan kantor dengan keadaan yang masih berantakan. Banyak karyawan melihat kita dengan penasaran.

Sungguh ini sangat memalukan untuk ku.

Lihat saja, regie hanya mengenakan kaos putih tanpa lengan dan aku memakai jasnya yang kebesaran untuk menutupi tubuhku.

MY BAD GIRLFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang