Bab 61

1.1K 128 7
                                        

Pov anin

Aku berjalan memasuki rumah sakit tempat ku bekerja... Sudah seminggu aku harus visit dokter ke bangsal UGD. Selama seminggu pula jam tidurku hanya 3-4 jam sehari. Belum lagi terkadang ada panggilan mendesak untuk melakukan oprasi di tengah malam. Aku pun terpaksa terbangun dan merelakan jam tidurku.

Anehnya, bangsal UGD selalu ramai di saat shift ku. Aku sudah banyak bertemu dengan berbagai macam pasien, terkadang ada yang rewel sampe membuatku emosi, tapi aku sekuat tenaga menahan agar emosiku tak meluap, ada juga pasien yang ketakutan, aku pun memberinya beberapa motifasi dan kepercayaan agar dia tak perlu takut.

Aku menghentikan langkahku di depan bangsal UGD dan menghembuskan nafas.

'Aku harap hari ini tak terlalu ramai' batinku berjalan masuk sambil mengenakan jubah putih dokter ku.

"Dr. Anin... silahkan masuk ke dalam bilik karna ada pasien yang harus segera di tangani" ucap perawat yang bertugas di loket bangsal.

Aku baru melangkahkan kaki beberapa langkah dan sudah di sugukan dengan pasien?? Yang benar saja... hari ini pasti akan berat...

"Pasien mengalami kecelakaan, ada satu luka robek di bagian dagu, dan beberapa luka lecet di wajah, tangan dan juga kakinya" ucap seorang perawat saat aku masuk ke dalam bilik

Hari ini aku memulai 2 shift ku sekaligus, aku harus membantu bangsal UGD di shift pertama ku sampai jam 15.00. setelah shift ini berakhir, aku akan berpindah ke bangsal bedah tanpa adanya jeda istirahat karna aku sudah mempunyai jadwal oprasi di jam 15.30

"Bawakan alat hecting, kita akan menjahit luka robeknya dulu" ucap ku sambil memakai sarung tangan medis.

Aku terlebih dulu membersihkan luka di dagu pasien menggunakan cairan infus, lalu mengambil suntikan anestesi dan menyuntikanya ke arah dagu di samping luka pasien.

"Apa ini sakit?" Tanyaku menekan bagian samping luka pasien untuk memastikan obat biusnya sudah bekerja.

"Tidak" ucap lirih pasien

Aku mengambil gunting di tangan kanan dan pinset di tangan kiri. Menyapit jarum jahit yang sudah di sambung dengan benang menggunakan gunting dan mulai menjait luka, hanya butuh satu tahapan penjahitan karna lukanya tidak terlalu dalam.

"Sus, lanjutkan untuk membersihkan luka yang lecet, saya akan menangani pasien yang lain" ucapku setelah menyelesaikan prosedur penjahitan luka, melepaskan sarung tangan dan membuangnya di tong sampah.

Aku berjalan keluar bilik dan langsung masuk ke bilik sebelah... ada seorang pasien yang terlihat sepantaran dengan ku, ia mengeluh sakit di bagian perut nya, aku pun mulai menekan beberapa titik di bagian perut dan menanyakan beberapa hal untuk mendiagnosa penyakitnya...

Rasa sakit berpusat di perut bagian atas daerah ulah hati, dia juga sedang menjalani diet dan sering mengonsumsi kopi. Aku pun mendiagnosa pasien tersebut mengalami gerd dan memberikan resep ke perawat yang mendampingi ku.

"Kamu mengalami gejala gerd, kurangi mengkonsumsi kopi, dan berdietlah dengan sehat, tetap makan 3x sehari tapi kurangi porsi karbonya dan ganti dengan banyak sayuran dan protein.... kamu boleh pulang setelah menebus obatnya yah." ucapku tersenyum ramah.

Aku pun kembali melanjutkan memeriksa bilik selanjutnya, selanjutnya lagi, lagii.. dan lagii sampai berakhir di akhir shift ku.


Aku merebahkan tubuhku di kasur  ruang jaga dokter. Ingin meluruskan punggung dan juga kaki ku sebelum aku melakukan oprasi yang akan memakan waktu 1-2 jam.

Saat aku ingin memejamkan mataku, terlintas adegan tadi pagi saat aku berpapasan dengan regie dan juga kimi

Ada banyak tanda tanya di dalam benak ku.

MY BAD GIRLFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang