Bab 68

1.3K 157 7
                                        

Pov regie

Sudah 2 minggu lebih aku di bali, setiap hari aku terus bertarung melawan orang-orang dari clan black dragon yang tidak pernah ada habisnya.

Mereka terus berdatangan walaupun aku sudah menumpas anggota mereka yang mengganggu di sekitaran konstruksi.

Aku sendiri tak tau kapan perang ini berakhir. Tapi aku berharap ini akan segera berakhir karna aku sangat merindukan anin.

Walaupun peperangan masih panjang, setidaknya kasih aku jeda untuk menghubungi anin donk!!

Dorrrrr.

"Brengsek" gumam ku menghindar

Bisa-bisanya aku melamun di dalam peperangan!!

Aku segera menghilangkan pikiran ku tentang anin dan kembali fokus ke peperangan yang sedang terjadi.

Ku arahkan pandangan ku ke kanan. tempat dimana tembakan itu berasal, mengintip dari celah tumpukan kayu tempat ku bersembunyi. Aku melihat seseorang yang sedang kebingung mencari keberadan ku.

"Bodoh" gumam ku mengarahkan senapan jenis SS2-V7 Subsonic ke arah orang itu.

Aku memilih senapan jenis ini karna dia memiliki kemampuan untuk menembakan Amunisi dengan suara yang senyap. Kemampuan ini di dukung adanya peredam di bagian depan senjata yang di lengkapi dengan adanya teleskop ACOG untuk membidik targetnya.

Setelah target terkunci, aku langsung menarik platuk dan yahhh beberapa detik setelahnya orang itu sudahh terkapar dengan lubang di kepalanya.

Aku keluar dari tempat persembunyian, berlari dari pilar satu ke pilar yang lain untuk mencari perlindungan.

Kembali ku arahkan senjataku saat aku melihat seorang lawan sedang berdiri didepan tangga.

Aku membidik tepat di kepalanya dan syutttt... peluru ku melesat cepat mengenai dahi musuh.

"Lantai 3 aman, ada yang perlu bantuan?"  Ucapku sambil menekan earpiece yang terpasang di telinga.

"Bos, saya terluka di latai 2 dan juga kehilangan pistol, masih ada 5 orang bersenjata disini. 3orang memegang pistol dan sisa lainya membawa pisau"

"Ok"

Aku berlari kearah tangga yang menuju ke lantai bawah. Diam-diam mengawasi situasi dari balik tembok lalu mengarahkan senapan ku ke salah satu target.

Psyuuu...

Musuh tertembak tanpa suara.

Aku kembali melanjutkan langkahku sambil mengendap-ngendap.

'Siallllll' gumamku saat tertangkap basah oleh musuh.

Dorrrrr....

Dengan cepat aku berlari dan berlindung di balik pilar yang ada di tengah ruangan.

Aku mengintip dari balik tembok, mengarahkan senjataku dan menarik pelatuknya dengan asal.

Setelah aku melepaskan tembakan, serangan darinya datang kepadaku. aku dengan mudah menghindari pelurunya, sedangkan dia terkena tembakan di lengan kirinya.

Aku langsung menembakan senapan ku lagi, kali ini aku mengenai bagian perutnya.

Dia pun terkapar dan ku hadiahi sebuah tembakan lagi di bagian dadanya untuk mempercepat ajalnya agar dia tak merasa kesakitan.

"Kau dimana?" Tanyaku pada anak buahku yang tadi.

"Saya di arah jam 02.10 dari arah bos."

"Tunggu disana"

MY BAD GIRLFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang