****
Daren menggenggam gelang berwarna hitam itu dengan kuat, kali ini, Daren tidak akan membiarkan ini berlarut-larut lagi. Jika mereka terus mengulur waktu meringkus pelakunya, maka selama itu juga Ansara akan di teror seperti hari ini.
Ares yang duduk disebelah Daren, memukul kepalanya berkali-kali. Ansara kembali di rawat, gadis itu hampir kehilangan nyawanya, karena kehabisan napas. Bodoh itu adalah terus keluar dari bibir Ares, dia merasa gagal, bagaimana bisa hanya menjaga Ansara saja dia tidak mampu.
"Siapa yang menemukan Ansara pertama kali?" Tanya Ares.
Daren menoleh, "anak dengan lencana biru." Jawab Daren. Ia menyandarkan punggungnya pada kursi di depan ruang rawat inap Ansara.
"Apa Kevin sudah mengurusnya?"
Daren mengangguk, "semua akan di mulai saat ini juga, gadis berkacamata, teman Ansara, adalah calon tunangan Kevin. Dia yang akan membantu kita," jawab Daren.
Ares menganga kaget, "Jingga Mandala?"
Daren berdeham singkat, "kenapa?" Tanya Daren.
Ares mengeleng, "bagaimana bisa?" Sungguh, Ares sangat bingung, kenapa bisa keluarga Adtmaja meminta Jingga untuk menjadi calon masa depan putranya. Sedangkan, dua keluarga itu merupakan rival sejati.
"Kevin menyukainya, aku hanya membantunya. Sebagai ucapan terimakasih atas kinerja selama ini." Jawab Daren.
"Lo memberikan apa untuk hal ini?"
Daren menatap Ares, dia berdecak kesal. Antares Mahatma bahkan lebih cerewet dan memiliki tingkat keinginan tahuan lebih dari Ansara.
"Hanya sedikit, bahkan tidak mengurangi sama sekali kekayaanku." Jawab Daren santai.
"Ya, lo memang sangat kaya dan berkuasa." Jawab Ares.
"Sampai kau membuat janji bodoh dengan keluarga Rome." Ejek Ares.
Daren mengepal kuat kedua tangan miliknya yang sedang bertautan satu sama lain. Entahlah, ucapan Ares barusan sungguh menganggu pikirannya saat ini. Daren berharap, gadis dari keluarga Rome itu mati. Agar dia tidak perlu mengurus masalah ini.
"Buat anak haram keluarga Rome itu, meminta ampun, bahkan memilih mati daripada hidup." Ujar Daren.
"Maksudmu?" Jawab Ares bingung. Jujur, yang ia ketahui, keluarga Rome hanya memiliki dua anak perempuan yaitu Mesima dan Megumi Rome. Lalu, anak yang dimaksud Daren itu siapa?
Daren menyeringai tipis, "Mahawira Khazama, dia anak haram keluarga Rome!" Jawab Daren.
"Jika media tahu hal ini, maka sulit untuk Mahawira Rome, mencalonkan diri sebagai kepala Daerah. Lalu, dia akan meminta bantuanku, saat itu juga aku akan mengajukan permintaan, sebagai balasan dari bantuan yang aku berikan." Sambung Daren lagi.
Ares berdecak, "Kau sungguh licik dan kejam, Daren!"
"Ya, baikku hanya untuk Ansara." Daren menyeringai tipis.
Ares hanya diam, menatap sahabatnya itu begitu dalam dan sulit diartikan. Tapi, Ares berharap agar segalanya berjalan sesuai dengan rencana yang diinginkan Daren.
***
Jingga berjalan menyusuri setiap lorong perpustakaan AHS, dia sedang mencari target yang diberitahukan oleh Louise tadi pagi.
Ya, saat ini, gadis berkacamata itu sudah bergabung dengan Empat pilar. Kali ini, dia yang akan mengambil peran. Selain karena ancaman yang diberikan oleh Daren, jika Jingga menolak, maka Daren akan menghancurkan keluarga Mandala. Jingga juga menahan amarah dan kesalnya dengan pelaku yang membuat Rania harus meregang nyawa akibat mengkonsumsi obat obatan terlarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Villian
RomansaHugo Darendra Aldrich, hanya tahu, Dunia itu indah, jika ada Ansara Mahatma.
