Tekan bintangnya ⭐😉
Happy Reading Everyone
🤗🤗🤗
"Hormat saya, Nona Alina," ucap seorang pelayan menunduk hormat ke arah Alina.
"Berdirilah, ada apa?" tanya Alina menghentikan kegiatannya yang tengah memetik bunga mawar.
"Saya diutus Nyonya Desina untuk mengantarkan ini, kiriman dari Menteri kehakiman," ucap pelayan tadi menyerahkan sebuah kantong.
"Terimakasih," ucap Alina mengambil kantong itu.
"Saya permisi, Nona Alina," pamit pelayan.
"Silahkan."
"Emmm, kira-kira berapa ratus koin yang dikorupsi rubah yang satu itu ya," gumam Alina menghitung uang yang berada di dalam kantong.
"Ck, hanya tinggal 10 koin emas dan 100 koin perak?" ucap Alina tak percaya.
"Huh, aku harus segera membalas dendam kepada para rubah-rubah munafik itu tapi dimulai dari rubah yang mana ya ..., " ucap Alina mengetuk-ngetuk dagunya berpikir
"Devina? ... Ah, tidak-tidak rubah itu sudah di campakkan suaminya karena wajah buruk rupanya yang sangat menjijikkan itu."
Devina memang sudah memiliki suami yaitu putra dari menteri keuangan dan menjadi seorang nyonya utama di kediaman menteri keuangan. Namun, karena wajah buruk rupanya akibat ramuan penghancur kulit yang dulunya akan disiramkan pada Alina justru mengenainya tubuhnya sendiri, sekarang Devina diturunkan menjadi selir bahkan sudah dicampakkan oleh mertua dan suaminya sendiri. Sudah beberapa hari pula Devina tinggal di kediaman perdana menteri untuk menjalani pengobatan yang tak membuahkan hasil sama sekali.
"Nyonya Desina? ... Ah, tidak juga, dia masih menderita karena melihat anaknya yang dicampakkan dan aku juga masih menikmati gunjingan-gunjingan yang merendahkannya karena memiliki anak yang buruk rupa."
"Delana? ... Ya, Delana! Pembalasan kali ini akan menjadi pembalasan dendam yang seru karena satu musuh masa laluku akan terkena imbasnya pula, hahahaha," ucap Alina diakhiri tawa jahatnya.
"Kau sangat cerdik, Nonaku," ucap Neo yang tiba-tiba muncul tiga langkah di depan Alina.
Bugh
Karena terkejut refleks kantong berisikan koin yang Alina pegang melayang bebas mengenai kepala Neo.
"Awssss, Nona! Apa salahku?" tanya Neo geram mengusap kepalanya yang terkena lemparan Alina.
"Kau mengagetkanku, kak," jawab Alina menatap tajam Neo
"Eh, tunggu, mengapa kau keluar dari ruang Tara? Bagaimana jika ada yang melihat seorang pria di paviliun ku, apalagi melihat kita mengobrol seperti ini? Pasti mereka akan berpikir yang tidak-tidak," ucap Alina menatap sekitarnya waspada.
"Aku hanya ingin membawa mu ke ruang Tara karena ilmu bela dirimu harus segera ditingkatkan jika kau ingin berlaku bebas di wilayah Benua Utara ini. " jelas Ne
Neo menarik tangan Alina dan membawanya masuk dalam ruang Tara.
"Bagaimana jika ada yang mencari ku?" tanya Alina.
"Putra Mahkota yang sudah tergila-gila padamu itu sedang berada di istananya, Perdana Menteri dan dua istrinya tengah mengurusi beberapa masalah di luar kediaman, sedangkan pelayan Yuri, aku memberikan ramuan agar dia tertidur sampai beberapa hari, tetapi kau tenang saja aku melingkari tubuhnya dengan dinding energi agar dia tak lemas, aku kasihan dengan tubuh tua dan kurusnya itu yang seharusnya dihabiskan untuk menikmati masa tuanya malah harus mengurus mu," jelas Neo sambil berjalan menuju air terjun kemurnian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sang Ratu [END]
FantasiaFollow sebelum membaca... Bukan terjemahan Alina Dfeger, cucu tersayang dari pimpinan organisasi gelap tiba-tiba terbangun di tempat kuno setelah rune aneh dari langit menimpanya. Terbiasa hidup sebagai 'nona muda' membuatnya kesulitan saat menempat...
![Sang Ratu [END]](https://img.wattpad.com/cover/375533013-64-k657787.jpg)