Berita tentang Naka menjadi perbicangan hangat hari ini, para media berbondong-bondong mendatangi kediaman Naka dan Zidan. Bahkan beberapa dari mereka juga mendatangi kantor Zidan. Mereka semua ingin tahu, bagaimana tanggapan keluarga Zidan. Namu sayang, sejak kasus itu tersebar di sosial media. Para awak media belum bisa bertemu dengan keluarga Zidan ataupun keluarga Naka.
Kegaduhan di luar membuat kondisi Zidan kembali menurun yang sebelumnya sempat membaik, seharusnya hari ini Zidan sudah di izinkan untuk pulang kerumah. Namu dia harus kembali di rawat karena kondisinya yang kembali menurun.
Tak jauh berbeda, kondisi Rena juga tidak baik, ketikan dia mengetahui berita tentang suaminya. Wanita itu tidak percaya yang katanya suaminya berada di luar negeri, ternyata sedang asyik bersama dengan wanita lain di sebuah hotel mewah.
"Apa kamu enggak bisa minta bantuan sama Erlan? Setidaknya dia bisa memantau kita agar lebih tenang sedikit." ucap Mira pada suaminya.
"Masalahnya Erlan enggak ada di rumah, tadi pagi aku datang ke rumah dia. Orang yang kerja di rumah dia bilang, Erlan pergi ke rumah mertuanya. Dan aku enggak mungkin datang kesana." balas Abyan. Tadi pagi ia datang ke rumah Erlan, berniat untuk meminta bantuan dan ingin memberi tahu tentang kondisi Zidan dan juga Rena. Tapi sayang, rumah Erlan kosong. Mereka semua sedang menginap di rumah Bartajaya.
"Coba telpon dia-"
"Percuma telpon dia. Dia udah enggak perduli sama keluarganya, jangan pikirin aku mbak, yang penting sekarang Papa." sela Rena. Ia yakin Erlan tidak akan membantunya kali ini, apa lagi terakhir kali dia datang dia membicarakan tentang Naka. Mungkin saja dia sudah tahu hal ini akan terjadi, dan dia sedang menunggu momen ini.
"Kita enggak bisa diam aja Rena, cuma Erlan yang bisa bantuin kita. Karena ulah Naka, kantor juga kena imbasnya." ucap Mira berjalan mendekati adik iparnya.
"Buat apa kita ngemis-ngemis sama dia, kalau dia aja udah enggak perduli sama keluarga sendiri. Bisa aja ini juga rencana dia buat balas dendam." kesal Rena.
"Ini enggak ada hubungannya sama Erlan, apa yang terjadi itu memang kesalahan Naka." ucap Abyan menoleh pada adiknya, mungkin ini bukan waktu yang tepat. Tapi adiknya harus tahu tentang suaminya selama ini, yang sudah mengkhianatinya.
"Sebelum kekacauan ini, kita udah tahu tentang wanita itu dan Naka. Kita yang minta Naka bohong sama kamu, kalau dia ada di luar negeri. Selam ini dia di kurung di ruang bawah tanah-"
Rena menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan ucapan Abyan. Mana mungkin keluarganya tega membohonginya. "Kamu bohong kan Mas? IYA KAN KAMU BOHONG!" teriak Rena sambil memikul Abyan.
Abyan menahan tangan adiknya, menarik tangan Rena lalu memeluknya dengan erat. "Aku enggak bohong. Kita ngelakuin itu semua karena enggak mau terjadi sesuatu sama kamu, kita bohong sama kamu karena enggak mau ini terjadi. Tapi Naka malah kabur dari ruang bawah tanah, dan akhirnya kekacauan ini terjadi." jelas Abyan mencoba menenangkan Rena yang terus memberontak.
"Kamu bohong, enggak mungkin Naka begitu," gumam Rena melepaskan pelukan Abyan dengan paksa, Rena mendongakkan kepalanya menatap Abyan."Bilang sama aku, kamu bohong kan? Ini cuma fitnah, Naka enggak mungkin ngelakuin itu sama sama aku."
Abyan menggelengkan kepalanya. "Aku enggak bohong Rena, bajingan itu memang pantas di hukum." ucap Abyan kembali memeluk adiknya.
Rena memejamkan matanya, mencengkram erat punggung Abyan, dengan susah payah Rena menarik napasnya. Melihat kondisi adiknya iparnya tidak baik-baik saja, Mira segera keluar untuk memangil dokter. "Rena," panggil Abyan menepuk pipi adiknya yang tak sadarkan diri dalam pelukannya.
"Rena." panggilnya lagi, namun tak mendapatkan respon dari adiknya. Abyan mengangkat tubuh adiknya, membaringkannya di atas kasur. Tak berselang lama dokter datang ke kamar rawat Rena lalu memeriksa kondisi Rena.
KAMU SEDANG MEMBACA
ERLAN PANDU WINATA
Teen FictionCerita ini kelanjutan dari cerita Arga, versi keluarga Erlan. ERLAN PANDU WINATA , anak kedua dari ZIDAN WINATA. Terlahir dari keluarga berada, hidup penuh dengan kemewahan ia tak pernah kekurangan dalam segala hal. Kasih sayang kedua orang tuanya...
