terakhir

18.1K 1.2K 84
                                        

Susan pagi ini sangat cerah, secerah harapan anak Erlan. Sesuai rencananya, dia ingin bermain lumpur di sawah milik warga yang dekat dengan tempatnya menginap.

Dengan mengenakan kaos putih dan celana pendek, Arga diam-diam keluar dari villa di sana semua orang masih terlelap dalam tidurnya, padahal ini sudah jam sembilan pagi. Tapi orang-orang belum ada satupun yang keluar dari kamarnya.

"Aku pergi main dulu ya," ucapnya sebelum melangkah keluar.

Arga menutup pintu dengan hati-hati lalu berlari mendekati ladang sawah yang begitu luas yang tak jauh dari tempatnya. "Wah, akhirnya bisa main." ucapannya tak sabar ingin bermain lumpur untuk mencari sesuatu di dalam sana. Mana tahu ia mendapatkan sesuatu yang bisa di jadikan mainan baru.

Arga memperhatikan sekelilingnya, pandangannya jatuh pada segerombolan anak-anak yang sedang bermain di pinggir sungai, karena penasaran Arga pun memutuskan untuk menghampiri mereka.

"Woi, boleh ikut main enggak? Lagi pada cari apa?" tanya Arga pada segerombolan anak-anak di sana.

Mereka menoleh pada Arga, menatap Arga dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Emang bisa nangkap kodok?" ujar salah satu dari mereka.

"Jangankan kodok, dugong aja kalau ada di sini gue tangkap." jawab Arga melepaskan sendalnya lalu mendekati mereka.

"Kalian cari kodok?" tanyanya menatap mereka dengan serius.

"Enggak, kita lagi lihat ikan duyung." jawab salah satu dari mereka dengan wajah serius.

"Di sini ada ikan duyung? Serius? Mana gue mau liat juga." antusias Arga berjongkok di dekat anak itu.

"Nih, duyung mimi." ucap anak yang duduk di depan Arga. Dia menunjukkan ikan cupang hasil tangkapannya.

"Coba lihat, bagus banget." ucap Arga mengambil ikan cupang itu, dia bangkit dari duduknya. "Ini buat gue kan? Terima kasih ya-"

"Terima kasih mata mu, cari sendiri kalau  mau. Balikin ikan gue." ucap anak itu bangun dari duduknya, dia mendekati Arga merebut kembali ikan miliknya.

"Pinjam doang sebentar aja enggak boleh, pelit banget. Pinjam itu jaring ikannya. Mau cari yang lebih gede dari punya lo itu." ucap Arga lalu masuk ke dalam sungai.

"Golek sing gede dadine dudu iwak cupang tapi iwak lele" ucap anak itu menatap Arga yang sibuk membolak-balikkan batu-batu di pinggir sungai.
(Cari yang besar jadinya namanya bukan ikan cupang, tapi ikan lele)

"Wah! Dapat ikan gue." pekikan Arga setelah dirinya menemukan ikan kecil yang kebetulan sekali nyangkut di jaringannya.

"Iwak sepat,"

"Iwak sepat itu artinya apa?" tanya Arga menatap anak itu.

"Nama ikan itu, ikan sepat. Aku baru lihat kamu. Anak baru ya? Apa anak kota yang lagi liburan?"

"Anak lama, cuma baru main ke sini. Ayo kita main." ajak Arga menyudahi acara mencari ikannya. Karena ia sudah mendapatkan ikan, biarpun tak sama dengan ikan yang mereka dapat. Tapi tidak masalah, yang penting dapat ikan.

"Ayolah, mau main ke mana?"

"Kemana aja, yang penting pergi main." balas Arga merangkul pundak anak yang berdiri di dekatnya. "Gue Arga, naman kaliann siapa?" ucap Arga mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan mereka. Setelah perkenalan singkat, mereka pun mengajak Arga bermain bola di lapangan.

Sementara itu di villa tengah terjadi keributan, di mana mereka tak dapat menemukan Arga. Mereka sudah mencari ke seluruh villa, namun mereka tak dapat menemukan Arga di sana.

ERLAN PANDU WINATA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang