morning routine

71 7 1
                                        

Pagi itu udara masih sejuk saat aku membuka mata. Matahari belum sepenuhnya naik, tapi langit sudah mulai terang. Aku menguap kecil, meregangkan tubuh sebelum bangkit dari tempat tidur. Tata masih terlelap, wajahnya terlihat damai walau semalam sempat menangis. Aku tersenyum kecil, lalu bangkit pelan-pelan agar tidak membangunkannya.

Setelah mandi dan berdandan rapi untuk ke kantor, aku menuju dapur kecil apartemenku. Aku membuka kulkas, mengambil beberapa bahan sederhana-telur, roti, sedikit keju dan sayuran. Aku memasak sambil sesekali melirik ke arah ruang tamu yang masih sunyi. Aroma telur dadar mulai memenuhi ruangan saat kudengar ketukan pelan di pintu.

Aku membuka pintu sambil mengeringkan tanganku dengan handuk kecil.

"Good morning, sweetheart," Sam menyapaku sambil tersenyum hangat. Tanpa menunggu, dia mengecup pipiku ringan.

Aku tertawa kecil, merasa wajahku langsung memanas. "Morning. You're early."

"Couldn't wait to see you," jawabnya santai.

Sebelum aku bereaksi gombalan murah Sam, tiba-tiba terdengar suara Tata dari arah kamar, "Wow, PDA in the morning? Dad, you forgot I'm staying here?"

Aku dan Sam langsung saling pandang lalu tertawa.

"Sorry, kiddo," sahut Sam sambil menoleh ke arah Tata yang berdiri di ambang kamar dengan mata masih setengah tertutup dan rambut berantakan. "Didn't mean to scar you for life."

"Too late," balas Tata sambil terkekeh, lalu duduk di sofa sambil memeluk bantal.

Aku menggoda, "Come join us for breakfast, I made something simple."

Kami semua duduk di meja makan kecil. Aku menyajikan sarapan, dan kami mulai makan dengan santai. Suasana pagi itu terasa hangat dan akrab, seperti keluarga kecil yang bahagia.

"So, Elise," Sam berkata sambil mengunyah, "what's your plan for today while we're stuck at work?"

Tata mengangkat bahu. "No plan, really. I might just stay in, or go out and explore a bit. If I need to go anywhere, I can just order a ride."

"That's fine, but don't hesitate to ask if you need anything," kata Sam.

Bel pintu tiba-tiba berbunyi. Aku berdiri untuk membukanya, dan ternyata Niko yang berdiri di sana, membawa kopi di tangan.

"Morning, fam!" serunya ceria. "I brought caffeine and good vibes."

Aku tertawa dan mempersilakannya masuk. "Kamu selalu tahu cara muncul di waktu yang pas."

Niko langsung duduk dan meletakkan kopi di meja. "Anyway, I was thinking. Let's all go out today. Jalan-jalan bareng. I know you two have work, but come on... it's a rare chance!"

Sam menggeleng pelan sambil menghela napas. "We can't, Niko. We've got meetings back to back."

"Tapi Tata bakal sendirian..." sahut Niko sambil melirik Tata yang sedang menyeruput kopi.

Tata mengangkat alis. "I'm okay, really. I can walk around myself."

Niko menggeleng. "No way. I'll go with you. I'm free today."

Sam meletakkan cangkir kopinya dan menatap Niko dengan senyum tipis yang khas Sam-tenang, tapi mengandung ancaman lembut.

"Nicholas," katanya dengan nada datar tapi tegas, "I know the company belongs to your father, but by position-I'm still your boss."

Niko langsung memasang wajah masam, ekspresinya seperti anak kecil yang baru ditegur karena mencoba bolos sekolah.

"Geez, Sam, you really know how to ruin day," gerutunya sambil berjalan ke kulkas dan mengambil sebotol air dingin dan bergabung bersama kami di meja makan.

Dear SamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang