Beberapa hari berlalu dengan begitu cepat, dan hubunganku dengan Sam benar-benar kembali seperti dulu lagi—bahkan terasa lebih baik. Dia kembali menjadi pria yang penuh perhatian, yang selalu memastikan aku makan tepat waktu, menggodaku dengan komentar sarkastiknya, dan menatapku dengan cara yang selalu membuat wajahku memanas.
Namun, ada sesuatu yang menggangguku belakangan ini.
Sam mulai berperilaku... aneh.
Beberapa kali aku menangkapnya seperti sedang berbicara sendiri. Awalnya, aku pikir mungkin dia sedang menelepon seseorang, tapi saat aku mendekat, aku tidak melihat siapa pun bersamanya—dan tidak ada ponsel di tangannya. Saat aku bertanya, dia hanya terdiam sesaat, lalu buru-buru mengalihkan pembicaraan. seolah menyembunyikan sesuatu.
Hari ini pun sama. Setelah kami sampai di kantor dan berpisah menuju ruangan masing-masing, aku tidak bisa menahan rasa penasaran dan mengintip ke dalam ruangannya. Aku melihatnya duduk di meja kerjanya, tampak serius berbicara... tapi tidak ada siapa pun di sana.
"What the hell is he doing?" gumamku pelan.
Saat aku kembali duduk di mejaku, masih dengan pikiran penuh tanda tanya, tiba-tiba Niko menghampiriku.
"Kamu kenapa sih? Dari tadi aku lihat kamu kayak mata-mata ngintipin ruangan Sam," katanya sambil melirik ke arah ruangan Sam.
Aku mendesah pelan dan menoleh padanya. "I think Sam is acting weird lately."
Niko menaikkan alisnya. "Weird? As in...?"
Aku mencondongkan tubuh sedikit dan berbisik, "Aku beberapa kali ngeliat dia ngomong sendiri, but when I check, no one's there."
Niko menatapku beberapa detik sebelum menyeringai. "Oh my God, don't tell me. Maybe he's possessed."
Aku mendecak kesal. "I'm serious, Niko!"
Niko tertawa kecil. "Okay, okay. So, you think he's hiding something?"
Aku mengangguk. "I don't know. But something feels off."
Niko tampak semakin tertarik. "Interesting,"
Saat kami masih mengobrol, tiba-tiba aku melihat Sam keluar dari ruangannya dengan terburu-buru. Wajahnya terlihat tegang, dan dia langsung berjalan cepat keluar dari kantor tanpa melihat sekeliling.
Aku langsung berdiri. "That's it. I need to find out what's going on."
Niko yang melihat reaksiku justru terlihat bersemangat. "Oho, we're going full detective mode now? Count me in!" katanya sambil segera mengambil ponselnya dan bersiap mengikuti Sam.
Aku menatapnya sekilas. "You're enjoying this way too much."
Niko terkekeh. "Come on, don't act like you're not excited too. Let's go!"
Aku menghela napas, tapi tidak bisa menahan rasa penasaran yang terus menghantuiku. Dengan cepat, Niko mengambil kunci mobilnya dan mengajakku segera menyelinap keluar, mengikuti jejak Sam.
Aku dan Niko melaju di jalanan kota dengan mobilnya, mengikuti Sam yang terlihat sangat terburu-buru. Aku duduk di kursi penumpang, mataku tak lepas dari mobil Sam yang berada beberapa kendaraan di depan kami.
"I can't believe we're actually doing this," gumamku, merasa sedikit absurd karena sekarang aku seperti stalker yang sedang membuntuti pacarnya sendiri.
Niko tertawa kecil. "Oh, come on. You know you love the thrill," katanya sambil melirikku sekilas.
Aku hanya mendecak pelan dan kembali fokus ke jalan. Namun, tiba-tiba ponselku bergetar di pangkuanku. Nama Vincent muncul di layar, dan aku menghela napas sebelum mengangkatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Sam
RomansaAnna Wijaya, seorang wanita berusia 27 tahun yang ceria dan bersemangat, baru saja pindah ke sebuah apartemen di Jakarta. Di seberang lorong, tinggal tetangga barunya yang misterius, yang dikenal sebagai Samuel Hennessy. awalnya, Anna hanya mengangg...
