55

1.4K 115 9
                                        

Hai apa kabar?

***

Sean menatap pada ikan-ikan yang berenang kesana kemari, di aquarium. Pemandangan yang tidak membosankan menurutnya. Sebab aquarium yang besar ini cukup menarik di matanya.

Padahal jika saja dia berani meminta banyak hal pada Arshavin, dengan suka rela Arshavin akan memberikannya. Sean hanya menghela nafas panjang.

Dia duduk di sofa, menyenderkan tubuhnya. Dia tidak bisa berharap banyak pada kondisinya saat ini.

Karirnya hancur dan orang-orang membencinya. Untuk sekedar keluar dari mansion saja pasti sangat sulit.

Meskipun keberadaannya tidak di ketahui oleh siapapun saat ini. Tapi mungkin saja dari pihak Gumilang ada yang mengetahuinya, dan mungkin juga akan segera membocorkannya.

Kepalanya pening menghadapi situasi seperti ini. Rasanya dia ingin menghilang saja dari dunia yang begitu kejam padanya.

"Tapi seharusnya aku tidak berpikir seperti itu, aku hanya kurang beruntung saja. Sedangkan di luar sana masih banyak orang yang keadaannya jauh lebih buruk dariku" lirihnya.

Sean masih belum diperbolehkan menggunakan ponselnya. Bahkan menonton TV pun tidak boleh.

Dia rasanya hampir mati kebosanan. Sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Dia selalu bekerja keras siang dan malam untuk membangun karirnya.

Tidak peduli bagaimana pun tantangan yang dia hadapi, dia tidak pernah mundur. Rasanya dia tidak percaya bahwa Arshavin dengan mudahnya menghancurkan semua usahanya selama ini.

Dia sendiri tidak bisa menyalahkan Arshavin. Karena sedari awal dialah yang salah memilih jalannya.

"Sayang sekali, padahal aku sangat menyukai dunia entertainment"

Sibuk dengan pikirannya, dia tidak sadar malam kian larut. Sean berdiri, berjalan keluar dari ruangan ikan milik Gara.

Namun langkahnya terhenti mendengar percakapan dari ruang tengah.

"Seberapa banyak lagi rahasia yang Daddy sembunyikan dari ku? Apa tidak cukup membuat ku seperti orang bodoh selama ini?"

"Gar, Daddy sudah mengatakannya. Daddy tidak bermaksud membohongi mu. Daddy tidak bermaksud merahasiakannya dari mu"

"Lalu? Aku tau Daddy berusaha melepaskan ku dari mereka. Aku pun begitu, tapi bukan berarti aku tidak ingin mengetahui banyak hal yang menyangkut tentang diriku"

Sean bersandar pada dinding, dia tidak bermaksud menguping. Hanya saja suara mereka sama-sama meninggi. Terdengar ke sekitar ruang tengah.

"Segala sesuatu sangat kacau saat ini" gumam Sean.

Seolah masalah tidak ingin melepaskan Arshavin, Sean memperhatikannya banyak hal yang datang secara berturut-turut. Adakalanya dia melihat Arshavin begitu kelelahan, tapi tetap menyelesaikannya dengan baik.

"Duduklah dulu, kita bicarakan ini baik-baik"

Itu suara Arshavin yang lebih tenang dari sebelumnya. Merasa tidak nyaman untuk mendengarkan lebih lanjut, Sean berjalan menuju lift.

G A R ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang