Hai sayang kuu.
Happy reading!
***
Dua tahun telah berlalu, tapi tak ada tanda-tanda mansion Grevanska menyambut kepulangan nya. Sebaliknya, mereka kehilangan dua penghuni lagi. Ziel dan Zoe juga pergi ke luar negeri. Melanjutkan pendidikan mereka.
Di tahun ketiga yang telah berlalu, Everard menikah dengan wanita pilihannya. Pernikahan itu tentu di gelar dengan mewah, tapi anak-anak Arshavin tak ada yang menghadirinya satu pun, mereka sangat sibuk.
Tahun keempat juga telah berlalu, dan Aillard menikah dengan wanita pilihannya. Sedangkan Everard, dia sudah memiliki seorang putri.
Bersamaan dengan itu juga, sebuah kabar mengejutkan datang dari keluarga Aksara. Perusahaan Gabriel mengalami kebangkrutan dan tak bisa lagi didirikan.
Lalu kabar mengenai Gabriel pun sudah tidak bisa terekspos oleh media. Karena hal yang tiba-tiba seperti itu, Grevanska tentu merasa puas. Hanya saja mereka masih penasaran siapa yang berani melakukannya.
Sebab selama ini mereka tidak menyentuh perusahaan itu sedikit pun. Sebagaimana Gara yang selalu bersikap tak peduli, seperti itu juga mereka pada Aksara.
Di tahun ke lima tidak ada kabar yang menarik, tapi di tahun ke enam kabar duka terdengar dari keluarga Revandra. Satu-satunya tetua yang hidup, kini sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
Tentunya setelah beliau selesai dengan urusan dunianya. Beliau meninggal karena sakit yang di deritanya. Dan kini cucunya yang telah sah menjadi penerusnya, hanya bisa membisu di samping jasadnya.
"Gar, tidak apa-apa. Kami tidak akan pernah meninggalkan mu" ujar Ziel. Tentu dia juga berada di rumah duka. Dia tidak mungkin membiarkan Gara sendirian.
Segala sesuatu telah di atur oleh Setyo dengan sempurna, dia bahkan berhasil membungkam publik yang terlalu terkejut melihat hubungannya dengan Gara yang merupakan seorang Grevanska.
Dia mengatakan bahwa Gara adalah cucunya yang hilang saat masih bayi, dan sekarang dia menemukannya berkat Grevanska. Tentang orang tuanya, Setyo terpaksa berbohong. Dia mengatakan bahwa kedua orang tua Gara telah tiada karena kebakaran rumah.
Sebab dulu ada sebuah kebakaran di kawasan elite yang diduga bahwa rumah itu adalah milik Revandra. Setyo memanfaatkan rumor lama itu. Memang benar, saat itu ada kebakaran dan banyak memakan korban. Tapi itu hanyalah cara Setyo melenyapkan orang-orang yang mengkhianatinya.
"Kami bahkan belum makan malam bersama lagi setelah peresmian Minggu lalu, kakek sudah mengajakku tapi aku terlalu sibuk" ujar Gara.
Matanya berkaca-kaca, dia menyesalinya. Karena kesibukannya, dia selalu pulang terlambat. Jika tahu ini adalah permintaan terakhir Setyo, dia tidak akan melewatkannya.
Setyo bukanlah orang yang begitu keras padanya, tapi dia mengajarkan segala hal. Dia mengajarkannya dengan penuh kehati-hatian.
Hubungan mereka juga sangat baik selama ini, meskipun terkadang Gara selalu mengganggu Setyo. Karena menurutnya menyenangkan melihat reaksi sang kakek.
"Tidak apa-apa, tapi sekarang aku yakin dia bangga melihat mu. Doakan saja, semoga berisitirahat dengan tenang" ujar Zoe.
Gara mengangguk lemah, berhari-hari dia tak istirahat dengan baik. Setelah selesai dengan kuliahnya, dia sedikit-sedikit mulai mengambil alih urusan perusahaan. Dan setelah selesai dia masih harus pergi ke rumah sakit untuk menemani Setyo.
KAMU SEDANG MEMBACA
G A R A
RandomRumitnya takdir membuat Gara bingung, dari yang di buang oleh keluarga ayahnya. Sampai mereka mengemis bahkan bersujud di kakinya hanya untuk mendapatkan maaf darinya. "Bukankah Gara memang pembawa sial?" "Ck! Gue gak suka banget sama logika gue!" ...
