Rumitnya takdir membuat Gara bingung, dari yang di buang oleh keluarga ayahnya. Sampai mereka mengemis bahkan bersujud di kakinya hanya untuk mendapatkan maaf darinya.
"Bukankah Gara memang pembawa sial?"
"Ck! Gue gak suka banget sama logika gue!"
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau tau dia siapa?" Tanya Ziel.
Sean mengangguk, dia sangat mengenal orang dihadapannya. Melihat itu, Ziel berdiri dari duduknya.
Dia tidak membawa Kendrick ke mansion utama. Melainkan membawanya langsung berhadapan dengan Sean.
"Apa saja yang dia lakukan padamu?" Tanya Ziel.
Sean menelan ludah gugup, dia ragu untuk mengatakannya. Dia menatap pada Zoe yang berdiri tak jauh darinya. Zoe sendiri mengangguk meyakinkan Sean untuk berbicara.
"Dia yang merusak reputasi ku, juga membuat orang-orang mengutukku" jawab Sean.
"Tidak, itu karena ulahmu sendiri" balas Kendrick. Dia sudah sadar ketika Ziel bertanya pada Sean.
"Ulah ku? Memang apa yang aku lakukan selama ini? Aku selalu menuruti keinginan mu dan keinginan ibu"
"Apa hubungannya hingga kau harus menuruti perkataannya, Sean?" Tanya Ziel mengintimidasi.
Dia hanya tak mengerti dengan semua keadaan ini. Sean nampaknya ingin mengeluarkan semua hal yang disimpannya selama ini. Dia memegang bantal sofa dengan erat.
"Dia calon suami saudara tiri ku, demi mendapatkan restu dari ibu-"
"Sialan, jangan mengarang cerita Sean. Kita tidak sedekat itu untuk kau mengetahui siapa aku!" Sela Kendrick.
"Berisik sekali" ujar Zoe sembari merekatkan lem di bibir Kendrick.
"Lanjutkan Se" ujar Ziel.
Sean mengangguk, dia menatap Kendrick yang memberontak. "Aku dikenal dengan anak yang paling bodoh di keluarga Gumilang, jadi terkadang ibu tidak membawaku kumpul keluarga. Tapi satu hari, ibu tiba-tiba datang dan memaksaku untuk ikut bekerja dengan dia" jelas Sean sembari menunjuk pada Kendrick.
"Pada awalnya itu baik-baik saja, aku diajari akting dan lain sebagainya. Namun tak lama setelah aku sukses, ibu tiba-tiba saja menyuruh dia untuk merusak reputasi ku dikalangan para junior ku" lanjutnya.
Ziel dan Zoe saling melirik, seolah tengah berbicara satu sama lain lewat mata mereka.
"Hari itu, aku mendengar pembicaraan mereka. Ibu masih tak terima dengan kembalinya kejayaan Daddy, dia menargetkan Gara setelah mengetahui tentang Gara. Aku pikir itu hanya rencana mereka berdua, tetapi aku juga di seret. Karena mereka tahu, Daddy tidak akan pernah mengusirku"