HAPPY VALENTINE DAY✨🦋
BUAT YANG GAK DAPET BUNGA, COKELAT ATAU APAPUN ITU. GAK PAPA, KITA SAMA. HEHE.
HAPPY READING SAYANGKU.
"Serius Gar? Wah banyak juga yang ngincar Lo ternyata ya" ujar Denand.
Dia cukup terkejut mendengarkan Gara yang bercerita sedari tadi. Kini mereka berempat berada di ruang kelas yang tampak sepi, karena yang lain tengah berbondong-bondong ke kantin.
"Padahal belum lama ini Lo di serang orang-orang gak jelas, eh sekarang hampir di culik" tambah Aksa.
Gara hanya menganggukkan kepalanya, karena dia tengah memakan sandwich. Reka sendiri sibuk menyalin jawaban dari buku Aksa.
Karena dia lupa mengerjakannya, sedangkan jam pelajarannya setelah istirahat.
"Lagian kenapa sih mereka ngincar Lo? Semenarik itu kah?" Tanya Denand.
Dia hanya tak mengerti mengapa banyak orang yang mengincar Gara. Padahal menurutnya Gara tidak memiliki pengaruh yang begitu besar bagi Grevanska.
Mengapa mereka tidak mengincar Ziel saja yang merupakan pewaris utama Grevanska. Setidaknya seperti itulah pemikiran Denand.
"Ya karena dia bener-bener menarik Den" jawab Aksa.
"Gue juga gak ngerti kenapa mereka ngincar gue, tapi yang pasti. Kalo gue kenapa-napa, Grevanska gak bakalan lepasin mereka gitu aja" ujar Gara.
"Maksudnya Gar?" Tanya Denand lagi, dia masih tak paham.
"Ya singkatnya, Gara itu anak yang berharga bagi Grevanska. Jadi kalo dia lecet sedikitpun, pelakunya gak bakalan di biarin sama Grevanska" jelas Reka.
Denand nampak terdiam sejenak, seolah memahami penjelasan Reka. "Oh gitu" balasnya sembari menganggukkan kepala.
"Mudeng gak Lo? Udah di jelasin gini awas aja kalo masih gak mudeng" ujar Aksa.
Denand nyengir semakin membuat mereka curiga kalau dia masih belum mengerti.
"Ngerti kok gue" jawabnya.
"Yah intinya gitu lah" ujar Gara.
Para siswa siswi mulai memasuki kelas, bel sudah berbunyi namun belum ada tanda-tanda guru yang mengajar akan masuk. Jadilah ruangan kelas yang tadinya sepi, sekarang mulai ricuh karena mereka sibuk dengan topik obrolan masing-masing.
"Di dramanya dia selalu jadi yang tertindas, eh ternyata dia penindas sebenarnya"
"Iya ya, di drama perannya selalu jadi protagonis ternyata dia antagonis di kehidupan nyata"
"Padahal ganteng, karirnya juga lagi melambung tinggi banget. Sayangnya sifat aslinya ternyata begitu"
Gara melirik ke arah para gadis yang tengah bergosip ria. Dia jelas tahu siapa yang tengah mereka bicarakan. Bahkan hampir seisi sekolah membicarakannya.
"Kenapa Gar? Lo penasaran juga sama aktor yang tukang bully itu?" Tanya Denand.
Denand tentu saja tau tentang berita yang memenuhi seluruh media. Aktor muda yang berbakat ternyata memiliki cara begitu kotor untuk mendapatkan semua itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
G A R A
De TodoRumitnya takdir membuat Gara bingung, dari yang di buang oleh keluarga ayahnya. Sampai mereka mengemis bahkan bersujud di kakinya hanya untuk mendapatkan maaf darinya. "Bukankah Gara memang pembawa sial?" "Ck! Gue gak suka banget sama logika gue!" ...
