49

4.7K 260 16
                                        

VOTE YA SAYANG YAA❤️

Denand membuka matanya saat merasakan hawa dingin yang semakin menusuk. Dia menatap sekelilingnya yang tampak asing.

Hawa dingin itu jelas berasal dari AC yang suhunya terlalu rendah. Ia meringis pelan merasakan sakit di kepalanya. Mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya, keningnya mengernyit tipis.

"Jus? Bener, memang aneh jus itu" gumamnya.

Dia ingat sebelumnya dia dijemput oleh supir baru, yang bekerja dua hari belakangan. Awalnya memang tidak ada yang janggal, namun tiba-tiba saja supir itu membawa jus tadi.

Katanya itu adalah jus buatan mamanya, meskipun sempat heran karena setahunya tidak mungkin mamanya yang orang sibuk itu memiliki waktu untuk membuat jus. Denand tetap meminumnya tanpa curiga.

Dia masih berpikir positif ketika merasakan kantuk mulai menyerang dirinya. Dia mengira bahwa dirinya hanya kelelahan saja. Toh biasanya juga dia pulang sekolah langsung tertidur jika tidak ada latihan basket.

Namun apa ini? Saat ini dia justru terbangun di sebuah kamar yang asing. Kamar ini sepertinya kamar tamu, karena cukup sederhana. Hanya ada sofa, ranjang dan televisi. Serta kamar mandi di sudut ruangan.

"Jadi gue di culik nih ceritanya? Atau di sekap? Ah bodo amat lah, gue lanjut tidur aja" ujarnya kemudian memejamkan matanya lagi.

Tetapi suara pintu yang terbuka mengurungkan niatnya untuk tidur kembali. Denand terduduk ketika beberapa orang masuk kedalam.

"Tuan muda, anda sudah bangun"

Suara yang tidak asing itu membuat Denand terkekeh pelan. Ternyata memang supir barunya itu cukup mencurigakan.

"Belum, ini rohnya" kesal Denand. Namun tidak ada yang peduli.

"Sajikan makanannya, tuan berkata kita tidak boleh membuatnya menderita" ujar supir itu.

Denand hanya melongo menatap orang-orang yang menyajikan makanan begitu banyak. Dia meneguk ludahnya, melihat betapa menggiurkan nya semua makanan itu.

"Jadi ini konsepnya gimana dah? Gue di culik apa gimana ini?" Tanyanya.

"Tidak tuan muda, anda hanya ditahan sebentar. Sebenarnya bisa saja tuan menyakiti anda, namun tuan muda kecil pasti tidak akan menyukainya" jawab supir itu.

"Hah? Lo manggil gue tuan muda, terus tuan Lo siapa? Terus yang Lo panggil tuan muda kecil juga siapa? Kenapa banyak banget tuan sih?" Tanya Denand kebingungan.

Senyuman lebar tercetak di wajah supir itu, membuat Denand berdecak kesal. Dia tahu, pasti mereka tidak akan menjawab pernyataannya yang satu ini.

"Anda akan mengetahuinya sendiri nanti" jawab supir itu.

Setelah mengatakan itu, orang-orang yang datang bersamanya keluar dari kamar yang Denand tempati. Menyisakan Denand sendiri yang menatap makanan di depannya itu penuh minat.

Dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup semuanya ada. Apa benar, dia harus memakannya sendirian?

Tidak mungkin dia dapat menghabiskan makanan sebanyak ini. Denand turun dari ranjang, dia duduk di sofa.

"Ini gak di racun kan? Ya gak mungkin sih, sayang banget makanan sebanyak ini di racun" gumamnya.

Meskipun bimbang, pada akhirnya dia makan dengan lahap. Dia benar-benar lapar karena di sekolah tadi dia tidak sempat makan.

"Sepertinya kau begitu menikmati semua hidangan ini, hingga tak menyadari kehadiranku"

Suara seseorang membuat Denand tersedak. Dia terbatuk dan mencoba meraih minumnya yang agak jauh. Namun seseorang menyodorkan nya lebih dulu.

G A R ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang