"Tarik nafas.... buang, huhh... oke jangan gugup. Ini kan yang lo khayalin dulu Ra. Sekarang waktunya, cowok yang lo kejar bertahun-tahun sekarang udah sah jadi suami lo... " Ucapnya dalam hati sembari menenangkan diri. Saat ini Sakura sedang berada di dalam kamar mandi yang ada di kamar Minho. Setelah acara nikah dadakan dilanjutkan makan-makan di mie gacoan. Sakura langsung diboyong ke kediaman Cahyadi.
Dan malam ini, adalah malam pertama bagi Sakura dan Minho. Setelah melaksanakan shalat isya dan makan malam, Sakura kembali menginjakkan kaki di dalam kamar Minho setelah peristiwa tenggelam waktu itu.
Minho memang tidak membahas apa-apa mengenai ritual malam pertama, tetapi Sakura sebagai istri harus siap sedia. Sehingga ia izin ke kamar mandi untuk mempersiapkan dirinya.
Dikarenakan nikah dadakan tanpa pesta, Sakura jadi tidak sempat membeli baju dinas. Namun untungnya ia memang selalu memakai gaun tidur setiap malam, tidak seperti Eunchae yang memakai piama dengan motif-motif lucu. Kebetulan gaun tidur yang saat ini ia gunakan adalah gaun tidur berbahan satin tanpa lengan dengan panjang diatas lutut berwarna merah.
Jantungnya berdebar cepat saat bayangan apa yang mungkin terjadi malam ini berseliweran di pikirannya. Tangan lentiknya memegang handel pintu dengan gugup. Sebelum akhirnya ia memberanikan diri keluar dari kamar mandi dan bersiap melihat ekspresi suaminya.
Apa Minho akan terpesona padanya?
Cklek
Pintu terbuka, dengan gaya elegan Sakura berjalan menghampiri Minho yang tadi tengah bermain ponsel. Namun, apa yang ia lihat di atas kasur berhasil membuat langkah Sakura terhenti.
Di khayalannya ia membayangkan Minho akan menatap ke arahnya sembari tersenyum, lalu menyuruhnya untuk ikut naik ke atas ranjang. Tapi, ekspektasi berbeda jauh dari reality, kenapa? Karena kini Minho tengah duduk bersandar di kepala ranjang namun tidak sendiri. Melainkan bersama ke empat kucingnya yang tidur di setiap sisi tempat tidur.
Edi nampak nyaman tidur di pangkuan Minho. Dori di dekat kaki sang babu, Soonie di ujung ranjang sementara Doongie di sebelah Minho yang seharusnya jadi tempat Sakura.
Gadis cantik itu menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"No..... "Panggilnya pelan.
"Apa?" Minho yang tengah mengelus bulu Edi mendongak menatap istri cantiknya yang ia nikahi beberapa jam lalu.
"Ini malam pertama kita loh... "
"Iya, terus?"
Sakura mendengus lalu berdiri di samping ranjang sembari melipat tangannya di dada. "Harusnya yang duduk dipangkuan lo itu gue No. Yang lo elus-elus itu gue, bukan makhluk berbulu itu. Cukup waktu itu lo nekat nyebur danau demi kucing, jangan di malam pertama kita lo lebih milih manjain mereka dari pada istri lo sendiri!"
Minho menghela nafas "Mereka anak-anak gue, itu berarti anak-anak lo juga. Masa iya lo cemburu ama kucing Ra?"
"Ya karena lo lebih mentingin kucing daripada gue, gimana gue gak cemburu!"
"Yaudah sih, daripada cemburu mending sini lo kenalan ama mereka" Meskipun sebal setengah mati, Sakura tetap menurut duduk disisi ranjang setelah Doongi di geser oleh Minho.
"Nih coba lo gendong" Minho menaruh Doongie ke atas pangkuan sang istri. Kucing oren putih berbadan gemuk itu berdiri di atas pangkuan Sakura lalu mengendus bau tubuh perempuan cantik itu untuk mengenali. Dirasa manusia yang memangkunya tidak berbahaya, Doongi mulai berani menguselkan kepalanya ke dada dan leher Sakura sembari mendengkur.
Sakura yang lama-lama gemas dengan tingkah kucing itu mulai berani mengelus dan memeluknya. Ia lupa kalau makhluk berbulu itu adalah saingan terberatnya untuk mendapatkan perhatian Minho.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetangga?!
FanfictionGimana jadinya kalo keluarga Abah Sihyuk dan 7 buntutnya yang minus akhlak tetanggaan sama keluarga Babeh Jinyoung yang punya 8 bocah prik? (S1&S2) S1=End S2=......
