BAB 8 - First Day Of Learn

379 22 0
                                        

Hari ini merupakan hari pertama Nicholas akan belajar di kelas, setelah menyelesaikan Ospek dan saat ini Nicholas beserta dengan Jonatan maupun Karel sudah berada dikelas yang telah di tentukan oleh pihak sekolah.

"Masih ngga nyangka kita bertiga bakalan satu kelas gini." Jonatan berujar yang saat ini duduk disamping Nicholas, sementara Karel berada di belakang Nicholas.

Sambil menunggu kedatangan guru, Karel, Jonatan, beserta dengan Nicholas sedang mengobrol bersama dengan posisi Nicholas maupun Jonatan menghadap ke arah Karel.

Nicholas menganggukkan kepala sebagai jawaban, sementara Karel hanya tersenyum seperti menerawang sesuatu.

"Semoga aja ya kita bisa terus sama-sama. Ngga tahu kenapa pas liat lo berdua gue udah ngerasa srek aja temenan sama kalian." Ujar Karel, yang memang asli orang Jakarta.

Karel, sebenarnya cowok itu bukan orang Jakarta asli. Namun karena ia sudah lama tinggal di Jakarta, ia jadi lebih gaul dari pada Nicholas dan Jonatan. Karel merupakan cowok keturunan Manado, Flipina yang menyebabkan ia mempunyai kulit putih, hidung mancung, rahang yang begitu tegas dan wajah yang menawan. Ibaratnya dari antara Nicholas maupun Jonatan, Karel lah yang paling tampan. Ya walaupun Nicholas juga termasuk kategori tampan. Tapi, ketampanannya jika beriringan dengan Karel akan kalah.

Jonatan bergidik ngeri "Tapi jangan selamanya juga, aku khawatir kalau nanti kamu naksir sama aku."

Karel membulatkan kedua mata, lalu terkekeh "Lo gila! Lagian gue juga masih waras kali!"

Informasi sedikit tentang Jonatan, cowok itu berasal dari Yogyakarta. Ia memiliki kulit sawo matang, dengan mata sedikit lebih besar dari pada mata Karel maupun Nicholas, hidung yang tidak terlalu mancung, dan garis wajah yang memiliki kelembutan. Ia masih selalu terbawa dengan 'aku' 'kamu' ketika berbincang dengan lawan bicaranya.

Nicholas menggelengkan kepala "Kamu toh aneh-aneh aja Jo! Saya juga masih waras, ya walaupun saya belum pernah pacaran tapi saya masih suka sama cewek kok."

Jonatan maupun Karel membulatkan mata secara bersamaan, ia hanya tidak habis pikit mengapa Nicholas tidak pernah pacaran. Pasalnya, Jonatan maupun Karel Sewaktu SMP sudah pernah pacaran. Maklum bibit playboy ada pada keduanya, walaupun mereka sering merasa tersakiti sewaktu pacaran.

Jonatan sendiri sudah pernah pacaran lebih dari empat kali, namun sekarang ia sedang menikmati kesendiriannya. Nanti ketika ia memang sudah bosan sendiri, ia akan mencari mangsa kembali. Sementara, Karel sendiri ketika pertama kali menginjakkan kaki di sekolah SMP. Ia mendekati seorang gadis, lalu menyatakan perasaannya dan menjalin hubungan tidak lebih dari satu tahun. Ketika sudah putus, ia selalu bergonta-ganti pasangan sehingga kalau dihitung-hitung Karel sudah lebih dari enam kali berpacaran. Begitulah kira-kira  kisah cinta kedua insan cowok itu, padahal mereka masih terbilang sangat muda.

"Lo beneran belum pernah pacaran?" Karel masih saja tak percaya atas perkataan Nicholas.

Nicholas menganggukkan kepala.

Jonatan menggelengkan kepala, seraya mengguncangkan lengan Nicholas "Kamu harus coba Nic, pacaran itu enak loh. Bisa buat motivasi kita juga."

Nicholas melepaskan tangan dari tangan Jonatan "Nanti kalau udah waktunya saya coba."

Baru Karel akan menjawab, suara seseorang menginterupsi mereka.

"Pagi anak-anak." Sapa seorang guru dengan membawa buku, lalu meletakkan buku itu ke meja.

"Pagi, bu." Jawab kelas X-1 serempak.

Guru itu langsung berdiri di tengah-tengah baris terdepan, lalu ia tersenyum "Perkenalkan nama ibu Siti, saya disini guru Bimbingan Konseling."

BUKTI  [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang