Adriella merasa sangat senang, karena hari ini tanpa membutuhkan izin siapapun ia bisa pergi ke club malam. Sejak insiden kecil ketika malam minggu kemarin tidak diperbolehkan pergi oleh sang papa. Kini tanpa pengawasan siapapun Adriella bisa pergi ke club, kedua orang tuanya kini sedang berada diluar kota untuk perjalanan bisnis. Ah benar-benar menyenangkan.
Ia kini tengah bersiap, memantulkan diri di cermin. Ia sudah mengenakan dress seksi yang sangat pas ditubuhnya, sebagai dresscode yang sudah ditentukan oleh dirinya maupun Maurren. Ia memoleskan lipstick merah menyala ke bibir tipisnya itu, menggunakan blush on agar pipinya lebih berwarna, ditambah dengan eyeshadow di kelopak mata yang senada dengan warna bajunya. Sesudah itu, Adriella memakai heels setinggi 7 cm, gadis itu pun keluar dari kamarnya dengan menggenggam kunci mobil.
"Mau kemana non?" Tanya bi Imah yang kebetulan sedang berada diruang tamu.
Adriella tersenyum, lalu mengecup pipi bi Imah setelah itu ia langsung pergi meninggalkan bi Imah. Sementara bi Imah hanya menggelengkan kepala, terlalu biasa dengan sikap Adriella.
Adriella sudah berada di samping pintu mobilnya, ia mengerutkan kening kala melihat sinar lampu motor dari arah luar rumahnya. Karena terlalu penasaran, Adriella melangkah kearah motor tersebut. Ia membuka gerbang rumahnya, tercengang melihat seorang pria dengan jaket jeans tengah membuka helm.
"Ngapain lo?" Tanya Adriella langsung dengan bersedekap dada.
Pria itu tersenyum hangat kearah Adriella, melangkah maju menuju Adriella "Mau ketemu kamu."
Adriella menaikkan sebelah alis, entah apa yang ada dipikiran pria ini "Dih, ada perlu apaan emang lo?"
"Mau pergi, kah?" Bukannya menjawab, pria itu malah mengajukan pertanyaan lain.
"Bisa liat sendiri, kan?" Setelah mengatakan hal itu, Adriella langsung memutarbalikkan tubuhnya kearah mobil.
Terlalu menghabiskan waktu untuk meladeni pria semacam itu, bisa buang-buang waktu dan menguras tenaga. Pria itu mengikuti langkah Adriella.
"Saya ikut ya?" Pinta pria itu.
Adriella yang hendak membuka pintu mobilnya menghentikan aktivitasnya, lalu berdecak dengan sebal "Ngga usah gue ngga mau lo temenin gue!"
Nicholas Putra Sastrowardoyo, ia tidak pernah menyerah pada hal apapun. Sepertinya pria itu sedang menjalankan aksinya untuk merubah sikap gadis yang berada dihadapannya ini.
"Ayolah, saya cuman mau berteman sama kamu. Sekalian saya mau rasaiin, rasanya clubbing." Kekeuh Nicholas dengan berdiri disamping gadis itu.
Adriella menatap Nicholas dengan begitu tajam "Gue ngga mau! Titik!"
"Ayolah, saya mau banget nih." Nicholas masih berusaha untuk membujuk Adriella.
Adriella terlalu pusing apabila ada yang mengganggu dirinya seperti ini. Pria ini, entah apa yang merasuki dirinya hingga sampai memaksa dirinya seperti ini. Tapi ia juga tidak ingin membawa pria ini, sungguh.
"Gue ngga mau, minggir lo." Adriella mendorong tubuh Nicholas, hingga membuat pria itu mundur beberapa langkah.
Gadis itu langsung masuk kedalam mobil, ia berdecak sebal karena gerbangnya belum dibuka. Menurunkan kaca spion, lalu melihat kearah Nicholas dengan datar.
"Buka gerbangnya." Perintah Adriella layaknya Nicholas satpam rumah itu.
Nicholas menuruti, ia membuka gerbang putih rumah Adriella dengan sabar. Setelah gerbang dibuka, Adriella melajukan mobil yaris merah tanpa memberikan klason sedikit pun pada Nicholas. Sementara Nicholas menghembuskan napas, lalu menutup gerbang kembali dan mengikuti mobil Adriella yang masih terlihat oleh kedua matanya dengan menggunakan motor.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
RomanceBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)