Adriella bergerak gelisah, perasaan ingin menggunakan sinte kembali muncul pada dirinya. Sudah lima hari berturut-turut, ia begitu ingin menggunakan sinte tersebut. Astaga, sangat sulit menahan rasa keinginannya menggunakan sinte.
Ia kini membawa kakinya melangkah mondar-mandir sambil mengigit kuku jarinya. Tidak mendapatkan ketenangan melangkah mondar-mandir, Adriella duduk di tepi ranjangnya ia mengambil bantal lalu mengigit bantal tersebut kemudian berteriak sekencang mungkin. Ia berharap semua siksaan ini cepat berakhir, ia tidak ingin seperti ini terus. Tidakkah cukup sehari saja ia merasa tersiksa?
Ia mengacak rambutnya, keringat sudah tercetak jelas di dahi Adriella. Ia merasa jantungnya berdebar lebih cepat, sungguh ini lebih sulit daripada hari sebelumnya bahkan bibirnya terasa sangat kering. Ia membutuhkan seseorang disampingnya saat ini, setidaknya untuk menenangkan dirinya. Adriella menggerakkan kakinya dengan tidak nyaman, bisakah kegelisahan ini berhenti sekarang juga? Adriella lelah dengan semua ini, rasanya ia ingin menyerah dan menggunakan sinte tersebut. Namun, wajah Nicholas selalu membayang-bayangi dirinya, semangat yang Nicholas selalu berikan selalu terngiang di pikirannya, intinya ia akan bertahan untuk seseorang yang selama ini selalu sabar menghadapi dirinya.
"El, kamu ngga makan si--?" Pertanyaan Nicholas terpotong saat pria itu sudah membuka pintu, mendapati Adriella yang benar-benar kacau.
Nicholas langsung menghampiri gadis itu, Adriella sedang duduk ditepi ranjang, peluh keringat yang membanjiri wajahnya, rambut yang sudah sangat berantakan dan gadis itu saat ini tengah mengigit bantal yang bersarung putih.
"El, kamu pasti bisa! Ayo lawan, saya selalu ada disamping kamu. Semua akan baik-baik saja dan indah pada waktunya, El!" Nicholas memberikan semangat saat sudah duduk disamping gadis itu, ia merangkul pundak Adriella kemudian membawa gadis itu kedalam pelukannya. Ia tahu faktor yang membuat Adriella seperti ini, sangat paham, dan sangat mengerti. Gadis itu pasti sedang melawan dirinya sendiri agar terbebas dari sinte.
Ia menepuk pundak Adriella berkali-kali, sambil terus menggumamkan bahwa semua akan baik-baik saja. Adriella mendengarkan hal tersebut, namun ia lebih memilih diam. Saat ini ia sedang berusaha agar tidak memakai barang tersebut, mulai dari hati pertama ingin menggunakan sinte ataupun hari seterusnya ia telah berjanji tidak akan memakai barang haram itu lagi. Sudah cukup ia menyia-nyiakan masa mudanya, sekarang ia harus bangkit dan harus pergunakan masa mudanya dengan sangat baik. Ia tidak ingin jatuh terlalu dalam, kemudian menyesalinya dihari yang akan mendatang.
"Sakittt, Nic!" Rintih Adriella.
Nicholas mengangguk "Saya tahu, kalau kamu merasa kesakitan kamu bisa mukul saya, cubit saya, atau nyakitin saya biar saya bisa rasaiin apa yang kamu rasaiin. Kamu pasti bisa, El! Saya akan selalu ada disamping kamu!"
Adriella mengeluarkan cairan bening dari pelupuk matanya, ia menangis karena mendengar kata-kata yang tulus dari Nicholas dan menangis karena tubuhnya yang merasa sakit bersamaan dengan rasa gelisah ditubuhnya.
"You can do it!" Sekali lagi, Nicholas memberikan semangat kepada Adriella.
Gadis itu tidak menjawab, ia hanya terdiam dengan mengigit bantalnya. Ia tidak tega jika harus menyakiti Nicholas, cukup kemarin saja ia menyakiti Nicholas.
"Nic, gue ngga tahan! Sekali aja Nic, gue bisa gila kalau harus nahan kayak gini." Pinta Adriella.
Nicholas menggelengkan kepala begitu tegas, ia tidak akan membiarkan hal tersebut "Ngga, El. Kalau saya kasih satu kali aja, pasti kamu bakalan minta lagi dihari berikutnya."
"Ngga Nic, sekali aja gue mohon. Gue ngga bisa langsung nyetop begitu aja harus bertahap Nic, sumpah gue ngga kuat banget." Kembali, Adriella meminta agar Nicholas memberikan sinte kepada dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
RomansaBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)