BAB 23 - Pertama kali

258 8 5
                                        

"Dri." Panggil Maurren saat sudah berada dikamar Adriella.

Adriella yang sedang rebahan, dengan memainkan ponselnya menoleh kearah Maurren. Ia menaikkan sebalah alisnya karena Maurren masih mengenakan seragam sekolah ditambah Maurren datang di saat jam sekolah belum selesai. Adriella kembali berbohong kepada bibi maupun kedua orang tunya, ia mengatakan bahwa hari ini ia sedang tidak enak badan membuat dirinya tidak masuk sekolah. Padahal kronologi yang sebenarnya Adriella di skorsing.

"Kenape lo? Kok kesini sih? Cabut lagi?" Pertanyaan itu hanya dijawab anggukkan oleh Adriella.

Maurren melangkah ke arah Adriella, ia duduk disamping Adriella yang masih rebahan. Maurren menatap Adriella sejenak, sejujurnya ia sudah sangat mengigil dan membutuhkan barang itu. Ia sudah lama mengkonsumsi barang haram tersebut, walaupun Adriella tidak mengetahui bahwa Maurren selain mengunjungi club malam, merokok, gadis itu sekarang terjerat dalam dunia obat-obatan terlarang. Baginya obat-obatan terlaramg itu bisa membuat dirinya sangat tenang, damai, percaya diri, dan merasa dihargai. 

"Dri, lo suntuk ya? Gue punya cara biar bikin lo ngga suntuk dan lo punya dunia baru." Adriella mengerutkan kening ketika Maurren mengatakan hal tersebut.

Seperti mengerti, Maurren membuka tasnya. Lalu mengambil barang yang menjadi temannya dikala ia membutuhkan ruang damai, percaya diri dan segalanya. Barang itu, dilapisi dengan plastik bening kecil yang didalamnya terdapat serbuk atau tembakau yang dikeluarkan seperti dari rokok dengan kertas rokok didalamya.

Adriella kini mengubah posisinya, dari rebahan menjadi posisi duduk di samping Maurren dengan kaki bersilang. Ia terlalu penasaran dengan benda yang dipegang oleh Maurren, karena ini merupakan pertama kalinya Adriella melihat benda tersebut "Apaan tuh?"

"Lo percaya kan sama gue?" Maurren bertanya, sembari menunggu respon dari sahabatnya itu.

Adriella hanya mengangguk, Maurren membuka plastik bening tersebut. Ia lalu mengambil kertas rokok, kemudian kertas rokok itu ia letakkan di atas plastik bening tersebut dengan beralaskan tasnya yang berwarna biru. Setelah kertas rokok tersebut, Maurren mengambil tembakau maupun serbuk yang sudah dicampurkan dengan sintek itu dari plastik bening kecil. Ia hanya mengambilnya sedikit, kemudian ia meletakkan serbuk tersebut lalu ia lintingkan dengan kertas rokok. Setelah selesai, ia membuat segitiga di ujung kertas rokok yang sudah dilinting dengan sempurna dan didalamnya sudah terdapat sintek tersebut. Ia lalu membuat sedikit sepong (alat pengisap) agar bisa dihisap, ia lalu mengambil korek dari dalam tasnya. Ia mengambil satu korek batang, kemudian meyalakan korek tersebut. Ketika api sudah terlihat, ia mulai membakar kertas rokok tersebut. Sintek yang seperti rokok itu sudah menyala, ia menghisap tepat disaat sudah menghisap gadis itu seperti mempunyai dunianya sendiri, ia mulai merasa tenang, mulai merasa percaya diri. Bahkan tubuhnya yang sedari tadi menggigil tidak lagi ia rasakan, semua yang ia rasakan saat ini sungguh sangat rileks. Ia juga seperti tidak memperdulikan kehadiran Adriella yang tengah bingung menatap sahabatnya. Adriella bahkan bergedik sendiri, kala melihat sahabatnya tersenyum bak orang gila ditengah jalan.

Perkenalan sedikit tentang Ganja sintetis atau sintek adalah campuran bahan kimia industri yang disemprotkan pada daun kering dan potongan rumput biasa, dibungkus sedemikian rupa dan dijual dengan berbagai nama samaran — mulai dari Hanoman, Ganesha, Thunderbear, Cap Badak, hingga Cap Gorilla yang paling dikenal. Tak jarang pula ganja sintetis diperdagangkan sebagai lintingan rokok tembakau tak bermerek.

Ganja sintetis termasuk dalam kelompok obat yang disebut “zat psikoaktif baru” yang tergolong ke dalam kategori narkotika golongan 1. Zat psikoaktif baru adalah jenis narkoba psikoaktif yang tidak diatur yang telah tersedia di pasaran dan dimaksudkan untuk menyalin efek obat-obatan terlarang. Dalam hal ini, ganja sintetis meniru efek ganja tradisional. Tapi ganja sintetis bisa menampakkan efeknya hingga ratusan kali lebih kuat daripada sekadar THC dalam ganja biasa.

BUKTI  [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang