BAB 25 - Pertemuan

183 10 4
                                        

Tepat dimalam ini, keluarga Sastrowardoyo sudah berada di kediaman keluarga Nugroho. Dengan undangan yang serba memaksa, dan dengan segala bujuk rayu dari sang tuan rumah yaitu Andreas Nugroho. Andreas, pria itu tidak pernah menerima penolakan barang sedikit pun.

Pria itu bahkan tak segan-segan mengancam akan menghentikan orderan di tempatnya bekerja, apabila Nicky membatalkan janji makan malam antar keluarga.

Saat ini Nicky, Natanael, dan Nicholas tengah duduk diruang tamu sembari menunggu masakan Amelia matang secara keseluruhan, karena menurut informasi dari Andreas bahwa masakan Amelia baru matang setengah lauk pauk seperti sop ayam, ayam bakar, atau beberpaa menu lainnya. Heboh sekali, padahal Nicky berpikir tidak akan sebanyak itu dimasak oleh sang tuan rumah.

"Anak-anakmu ganteng dua-duanya, ya!" Puji Andreas sambil meneliti penampilan kedua putra sahabatnya ini. Benar-benar memiliki paras wajah campuran antara Niken dan Nicky.

Andreas kini melihat kearah Nicholas "Kamu kerja dimana? Katanya udah lulus kuliah, ya?"

Nicholas yang memang sedang memperhatikan ponselnya, karena bertukar kabar dengan sang kekasih. Kini teralihkan oleh pertanyaan dari Andreas "Iya om, saya kebetulan udah lulus dan sekarang masih kerja di tempat temen."

"Oh baguslah kalau gitu, kalau kamu belum punya kerjaan tadinya om mau nawarin kamu kerja di tempat om." Ujar Andreas.

"Emang kalau boleh tahu om, ditempat om ada lowongan sebagai apa?" Nicholas bertanya dengan sangat sopan.

Entah mengapa, dari awal melihat Nicholas. Ia merasa bahwa Nicholas memang benar-benar sosok pria idaman, sudah pintar, baik, patuh, sopan, tampan, dan ramah. Terbersit di dalam pikiran pria itu untuk menjodohkannya dengan putri semata wayang yang sangat ia sayangi, pasti Adriella akan memiliki rumah tangga yang sangat bahagia. Tapi ia menggelengkan kepala saat mengingat putrinya itu masih menginjakkan kaki di SMA, ya walaupun Adriella sudah menginjak detik-detik ujian nasional.

"Ndre, kamu kayaknya terpesona banget sama anak aku ya?" Nicky melambaikan tangan tepat di wajah Andreas.

Detik itu juga Andreas kembali kedunianya, ia lalu terkekeh "Abisnya anakmu ganteng, aku jadi berniat menjodohkan anakku dengan anakmu. Seru kali ya?"

Pertanyaan Nicholas kini diabaikan, ia hanya mengedikkan kedua bahu dan mengikuti arah pembicaraan keduanya.

Nicky menganggapi dengan sangat santai "Jagoanku ada dua nih? Yang paling gede, apa yang bontot?"

Andreas memajukan tubuhnya,  ia sungguh tertarik dengan pembicaraan ini "Yang paling gede dong, maaf ya bontotnya Nicky." Katanya sambil melihat kearah Natanael.

Natanael mengangguk mantab, lalu tersenyum "Gapapa om, seandainya dijodohkan dengan saya. Saya belum mampu om, dan masih mau banyak belajar hehehe."

Sementara Nicholas, menggaruk leher belakang dengan salah tingkah "Maaf om, ini lagi bercanda kan ya?"

Andreas melihat kearah Nicholas "Emang wajah om penuh dengan bercanda?"

Aduh, Nicholas tidak tahu harus berkata seperti apa lagi. Ia sangat berharap bahwa perjodohan itu tidak akan terjadi.

"Gimana Nicky, kamu setuju ora? Setuju aja lah,  biar kita besanan." Bujuk Andreas.

Nicky terkekeh "Kamu pengen banget besanan sama saya, ya? Tapi maaf banget kalau harus mengecewakan kamu, soalnya sih Nicholas udah punya pacar."

Andreas mendesah napasnya dengan sangat panjang, lalu terkekeh "Masih pacar, kan? Selama janur kuning belum melengkung ngga menutup kemungkinan  anakku bisa buat anakmu jatuh cinta."

BUKTI  [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang