BAB 2 - Family Time

833 26 0
                                        

"Nicho pulang!" Seru Nicholas, saat ia membuka pintu rumahnya.

Sang mama keluar dari dapur masih dengan menggunakan apron, sepertinya mama Nicholas sedang memasak atau membuat kue. Entahlah.

Sebenarnya mama Nicholas, sangat suka sekali menjahit. Dirumah Nicholas terdapat khusus ruangan untuk sang mama menjahit, terdapat alat-alat jahit di sana. Seperti mesin penjahit, benang, gunting, atau pun hal lainnya. Maka tidak jarang Nicholas, papa Nicholas, ataupun Natanael mendapatkan pakaian dari hasil jahitan sang mama.

Hasil jahitan sang mama juga sangat bagus, seperti layaknya seorang penjahit profesional. Dan untuk masalah memasak atau membuat kue itu sebenarnya dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang, apabila memang Niken sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk menjahit.

"Nic, ayo kedapur mama buatin kue ala mama sendiri. Kamu harus coba." Niken langsung menarik tangan Nicholas ke dapur, padahal Nicholas belum meletakkan tasnya tapi sang mama sungguh sudah tidak sabar memamerkan hasil buatan kuenya.

Niken menuntun Nicholas untuk duduk di meja makan, lalu ia mengambil kue yang sudah dikeluarkan dari oven.

"Cobaiin, Nic!" Seru Niken dengan meletakkan kue dihadapan Nicholas.

Nicholas menggelengkan kepala, ia merasa sang mama saat ini sungguh sangat senang karena untuk kedua kalinya sudah bisa memasak kue.

"Nicholas cuci tangan dulu, ma." Nicholas melepaskan tas dari pundak, lalu melangkah ke arah wastafel dan mencuci tangan barulah Nicholas kembali ke hadapan sang mama.

Nicholas duduk disamping Niken, mengeringkan tangan dengan menggunakan tissue yang berada di atas meja makan. Lalu, ia mengambil satu kue buatan Niken. Niken menunggu respon Nicholas dengan mata yang tidak berkedip.

Nicholas mulai mengunyah kue buatan sang mama. Lembut. Itulah yang ia rasakan, berarti mamanya kali ini memang benar-benar berhasil membuat kue "Enak, ma."

Niken berbinar bahagia. Sungguh tidak ada yang lebih bahagia, ketika seorang ibu memasak untuk anak atau pun suaminya dan reaksi yang diberikan sangat baik. Itu memuaskan hati seorang ibu.

"Yang bener, Nic? Kamu ngga bohongin mama, kan?" Tanya Niken tidak percaya.

Nicholas menaikkan kedua alis "Mama kan tahu Nic ngga suka bohong."

Setelah habis dengan satu kue, Nicholas mengambil kue buatan sang mama. Sungguh ini kue buatan mamanya kali ini luar biasa enak.

"Sisaiin buat papa sama Natan, ma." Ujar Nicholas memberitahukan.

Niken mengangguk "Pasti dong."

Niken memperhatikan Nicholas dengan secara seksama. Ia tersenyum karena Nicholas memakan kuenya dengan sangat lahap.

"Nic, kamu laper apa doyan?" Tegur Niken ketika melihat Nicholas yang sudah mengambil kue keenam buatannya.

Nicholas mengeluarkan cengiran tak berdosa "Dua-duanya ma."

Niken terkekeh. Ia sangat bahagia, melihat Nicholas menikmati kuenya. Ia hanya terus memperhatikan sang anak, ia berharap bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya, bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya.

Dan bisa menemani kedua anaknya sampai sukses, kemudian memiliki kehidupan rumah tangga mereka sendiri-sendiri.

Ia berharap semoga keluarganya selalu diberikan kesehatan.

Semoga, apa yang menjadi harapannya akan menjadi kenyataan.

*****

"Pa, kita mau kemana?" Tanya Natanael saat sudah siap, dan sedang duduk di ruang tamu.

BUKTI  [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang