3 Tahun kemudian.
Hari ini, Nicholas beserta dengan ketiga sahabat dan kekasihnya akan mengetahui hasil dari ujian mereka. Dan hari ini juga, merupakan hari jadi Nicholas dan Lisa menjalin hubungan tiga tahun.
Jonatan, Karel, Sia, dan Lisa sedang menunggu Nicholas di kantin sekolah. Karena Nicholas tidak bisa berangkat bersama dengan teman maupun kekasihnya, karena ingin mengantarkan sang mama ke dokter.
Lisa sering mendengar dari Nicholas bahwa keadaan mama Nicholas belakangan hari ini sering sekali menurun kesehatannya. Entah apa yang terjadi Lisa tidak mengerti, namun Lisa maupun ketiga sahabatnya hanya berharap bahwa mama Nicholas selalu dalam keadaan sehat dan tidak terkena penyakit yang serius.
Lisa terus mengedarkan pandangannya, ia menunggu Nicholas dengan perasaan yang cukup khawatir.
"Sih Nic nganter mamanya kerumah sakit lama banget, ya?" Karel mengeluarkan pertanyaan sembari melihat kearah jam tangan. Ini sudah setengah jam mereka menunggu, namun belum ada tanda-tanda Nicholas akan datang.
Sea hanya mengedikkan kedua bahunya, gadis ini mempunyai sifat yang cenderung tertutup dan bicara seadanya dengan lawan bicara. Padahal selama tiga tahun mengenal Sea, tidak jarang Karel maupun Jonatan mencoba merebut perhatian gadis itu. Namun lagi-lagi kenyataan pahit yang mereka berdua dapat yaitu penolakan.
Sea tetaplah Sea, ia hanya gadis pendiam yang tidak banyak berinteraksi. Walaupun ia juga memiliki sisi protektif pada sahabatnya dikala sahabatnya sedang kalut.
Jonatan juga sama seperti Lisa, entah mengapa ia menjadi gusar memikirkan mama Nicholas. Bagi Jonatan, mama Nicholas adalah mama yang terbaik dan mama Nicholas selalu memperhatikan teman-teman Nicholas saat bermain di rumahnya.
"Coba kamu telfon Lis, aku jadi khawatir sama tante Niken." Usul dari Jonatan.
Lisa menganggukkan kepala, ia mengeluarkan ponsel lalu mencari nomor Nicholas. Tidak berapa lama, ia sudah menemukan nomor yang dicari kemudian ia mendial nomor tersebut.
My baby ❤
Hanya deringan yang ia dapatkan, Lisa mencoba kembali menghubungi Nicholas. Ketiga temannya menatap Lisa dengan harap-harap cemas.
"Gimana?" Tanya Jonatan.
Lisa masih menempelkan ponsel ditelingannya, sembari menggigit bibir bawahnya. Ia menggelengkan kepala memberi jawaban atas pertanyaan Jonatan.
"Ngga diangkat." Lisa menurunkan ponsel dari telinganya.
Rasa khawatir semakin dirasakan keempatnya. Ingat Sea memang pendiam, namun ia sangat peduli dengan kondisi mama Nicholas.
"Coba terus Lis sampe dijawab sama bocah itu." Karel geram dengan Nicholas karena tidak menjawab panggilan dari Lisa, tetapi ia juga khawatir dengan kondisi saat ini.
Lisa kembali mendial nomor Nicholas untuk yang ketiga kalinya. Ia berharap agar Nicholas menjawab panggilannya.
"Hallo Nic!" Sapa Lisa ketika ia mengetahui Nicholas menjawab panggilan, dan ia mendesah napas dengan lega.
Lisa melihat kearah ketiga sahabatnya bergantian, lalu Jonatan, Karel, dan Sea segera mendekati Lisa berusaha untuk mendengar percakapan sepasang kekasih itu. Lisa yang sedikit risih akibat Jonatan maupun Karel terlalu menempel, ia berinisiatif untuk men loudspeaker panggilan.
"Maaf sayang, aku baru sempet jawab telfon kamu." Terdengar dari sebrang sana menghela napas dengan sangat lelah.
"Gimana keadaan tante, Nic?" Tanya Lisa dengan sangat hati-hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
RomanceBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)