BAB 9 - Fall In Love

440 12 2
                                        

Nicholas menjalani hari-harinya seperti biasa, ia berangkat kesekolah, pulang, lalu membantu kedua orang tuanya menjaga toko. Ini sudah bulan keenam ia berada di SMAnya, sudah bulan keenam juga ia menjadi semakin dekat dengan Lisa. Bahkan beberapa kali, Nicholas berkunjung kerumah Lisa atas paksaan dari gadis itu, sudah bulan keenam juga ia tidak bisa berhenti memikirkan Lisa. Wajah Lisa selalu ada dalam bayang-bayang dirinya, selalu mampu membuat hatinya berdebar dengan begitu kencang, mampu mengobrak-abrik kehidupan Nicholas yang tenang menjadi penuh tanda tanya.

Ia terus bertanya pada dirinya sendiri, apa yang terjadi. Ia mengusap wajah dengan sangat frustasi, biarlah ia menjalani seperti air mengalir. Nanti ketika memang sudah menyadari perasaanya dengan Lisa. Ia akan menyatakan secara langsung.

Nicholas menghembuskan napas, lalu ia kini mengambil alih tugas sang papa maupun mama untuk menjaga toko. Karena papa sama mamanya ingin pergi sebentar ke supermarket terdekat sepertinya mereka akan mencari bahan-bahan persediaan dirumah. Sembari menunggu pelanggan, Nicholas kini sedang membaca buku Fisika karena besok hari ada ulangan harian. Ia harus belajar, karena tidak ingin mendapatkan nilai yang jelek.

Nicholas saat ini mencoba mencerna rumus yang ada dalam buku paket maupun buku tulisnya.

"Mas Nicho beli." Ujar salah satu pelanggan, yang memang melihat Nicholas belajar di dalam toko.

Nicholas menghentikan kegiatan, lalu beranjak dari duduk kemudian menghampiri ibu Karina dengan tersenyum.

"Iya tante, mau beli apa?" Nicholas melayani pelanggan dengan sangat ramah.

Ibu Karina tersenyum, ia sangat suka sekali dengan toko milik keluarga Sastrowardoyo. Ia suka karena selama melayani pelanggan mereka sangat baik, murah tersenyum, dan terkadang yang paling sangat ia sukai bisa kasbon di toko ini.

"Tante mau beli telor 1/4 dong ganteng." Ibu Karina memberitahukan pesananya kepada Nicholas.

Nicholas dengan cepat, menimbang telor pesanan ibu Karina. Ketika memang sudah sesuai dengan ukuran, ia kembali kearah ibu Karina.

"Ini aja tan? Apa ada lagi yang lain?" Nicholas meletakkan telor dengan plastik hitam di atas etalase toko.

"Iya ini aja dulu," Ujar ibu Karina, ia lalu mengambil uang dari dompetnya kemudian bertanya kepada Nicholas "Berapa Nic?"

"Sepuluh ribu tan." Nicholas memberitahukan, ibu Karina segera memberikan uang tersebut dan mengucapkan terima kasih kemudian berlalu dari hadapan Nicholas.

Nicholas kembali ke tempat semula, ia melanjutkan belajar Fisika karena sekali lagi ia tekankan ia tidak ingin mendapatkan nilai jelek.

Nicholas sedang fokus, namun sialnya wajah Lisa berada di buku paketnya. Ia mengedipkan kedua mata secara berkali-kali, ia masih tidak percaya bahwa wajah Lisa yang tengah tersenyum ada di buku paketnya. Ia hendak ingin memegang wajah Lisa, tetapi wajah itu sudah menghilang entah kemana.

Nicholas mendesah napas dengan berat. Ini sangat konyol, bukan baru pertama kali ia melihat wajah Lisa seperti ini. Sudah beberapa kali ia melihat wajah Lisa yang tengah tersenyum kearah dirinya. Nicholas tidak percaya ini, tapi ketika ia menceritakan pada Jonatan, Karel, mama maupun papanya mereka semua menjawab dengan jawaban yang sama. Bahwa Nicholas jatuh cinta pada gadis beruntung itu.

>Flashback On<

Nicholas saat ini sedang menunggu Lisa di parkiran karena Nicholas dengan Lisa ingin pulang bersama, menggunakan motor Supra X keluaran 2006. Ia mendapatkan motor ini dari kedua orang tuanya beberapa hari yang lalu, berkat untung yang di dapatkan dari hasil penjualan toko klontong keluarga Sastrowardoyo. Orang tua Nicholas memberikan motor itu, agar Nicholas tidak perlu repot-repot menggunakan angkutan umum ke sekolah.

BUKTI  [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang