Adriella merasakan hembusan angin menerpa wajahnya, gadis itu sedang menikmati suasana pantai di sore hari bersama dengan orang-orang yang ia sangat kasihi. Siapa lagi kalau bukan kedua orang tuanya, Nicholas dan juga bi Imah. Setelah melewati beberapa hari tersulitnya, akhirnya dengan dorongan dari orang terkasihnya Adriella mulai bisa membiasakan diri untuk tidak memakai sinte, ia sangat bersyukur dengan hal itu.
Ia akan meninggalkan Bali dalam waktu dua hari kedepan, ada yang mengusik pikirannya saat ini. Apakah ketika nanti ia kembali ke Jakarta ia benar-benar bisa melupakan sinte itu? Ia benar-benar melupakan pergaulan bebasnya? Entahlah, tapi ia sangat berharap bisa melupakan semua hal itu. Ia tidak ingin menyia-nyiakan orang-orang yang selalu memberikan support kepada dirinya, terutama Nicholas. Sekali lagi, ia benar-benar merasa bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan Nicholas untuk dirinya. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana dirinya tanpa kehadiran Nicholas, mungkin jika pria itu tidak ada ia tidak bisa sampai ketahap seperti ini.
Nicholas yang sedang berbincang dengan papa Adriella, mengalihkan perhatiannya kepada Adriella yang sedang berdiri menghadap laut dengan bersedekap dada.
"Om sangat berterimakasih sama kamu, Nic. Karena kamu putri kesayangan om bisa berubah kayak gini, om ngga tahu kalau ngga ada kamu." Andreas tersenyum, ia melihat kearah yang sama dengan Nicholas.
Nicholas menggelengkan kepala, ia menolehkan kepalanya kepada Andreas lalu tersenyum hangat "Saya ngga bantu apa-apa kok, om. Itu semua karena kemauan Adriella yang gigih, sehingga bisa buat Adriella berubah seperti ini."
Andreas hanya tersenyum, ia lebih memilih menikmati pemandangan dihadapannya. Tadi, ia bercerita kepada Nicholas tentang masa mudanya disertai dengan fakta yang mengejutkan dari Andreas.
>Flashback On<
"Om, kaget banget waktu tahu mama kamu udah ngga ada Nic. Kamu pasti tahu kami bertiga sejak masuk SMU bersahabat, kan?" Andreas, melihat kearah Nicholas dengan tatapan bertanya.
Nicholas menganggukkan kepala "Mama sering banget ceritaiin om, ceritanya semangat banget lagi om."
Andreas terkekeh mendengarnya "Soalnya antara om sama papa kamu, om yang paling sering isengin mama kamu. Jujur waktu SMU om suka sama mama kamu, lebih tepatnya om sayang sama kamu. Bukan sebagai sahabat, tapi layaknya seorang pria yang sayang sama seorang gadis seutuhnya."
Nicholas membulatkan matanya, jadi cinta segitiga kah? Hah, Nicholas tidak percaya akan hal itu.
"Maaf om, sebelumnya kalau memang om sayang sama mama saya kenapa ngga om perjuangkan?"
Andreas tersenyum pahit "Om ngga bisa, karena om sadar kalau mama kamu murni nganggep om sebagai sahabatnya, pada saat itu mama kamu lagi suka sama pria lain, tapi faktanya dia patah hati karena cowok yang dia suka udah punya pacar," Andreas menghela napasnya mengingat kejadian saat ia SMA "Om dan papa kamu berusaha buat dia tersenyum, berusaha buat dia ngga sedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Dulu, sebelum lulus banyak kenangan kami yang terukir, Nic. Tadinya karena udah ngga tahan sama perasaan om sendiri, om pengen ungkapin perasaan itu ke mama kamu. Tapi semua terlambat pas om mau ungkapin perasaan itu papa sama mama kamu udah pacaran, om liat perjuangan papa kamu waktu itu. Tapi om ngga nyangka, bahwa mama kamu bakalan luluh sama papa kamu. Jadi om cuman bisa ucapin selamat ke mereka berdua dengan tersenyum. Padahal hati om sedikit sakit, ingat ya Nic cuman sedikit!" Ujar Andreas penuh penekanan, namun tertawa di akhir kalimat.
"Hahaha iya om, saya sih emang ngga pernah ngalamin hal itu. Tapi ya saya cukup yakin bahwa itu menyakitkan." Ujar pria itu.
Andreas menganggukkan kepala "Iya, Nic bisa sehabis kita pulang dari Bali kamu anter om ke tempat mama kamu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
RomanceBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)