Nicholas, Sea, Lisa, Jonatan beserta dengan Karel sedang berada di cafe dekat kampus mereka. Akibat rencana dadakan yang diadakan oleh Jonatan maupun Karel, akhirnya mereka dapat berkumpul di cafe klasik ini.
"Gimana nih kuliah kalian?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Karel yang sedang mengupas kulit kacang.
"Lumayan seru sih, tapi lebih seru lagi kalau kita semua sekelas kayak waktu SMA." Ujar Nicholas yang diakhiri dengan cengiran.
Jonatan terkekeh, seperti membayangkan masa lalu "Iya, itu enak banget. Apalagi pas liat Karel disuruh keluar sama bu Sari."
"Hahaha, iya itu sih parah banget. Kayaknya bu Sari sensi banget sama sih Karel, padahal Karel ngga salah apa-apa." Lisa ikut menimbrung percakapan kedua temannya.
Karel memakan kacang yang telah ia kupas, kemudian ia menaikturunkan alisnya "Percaya ngga lo semua kalau gue pernah deketin tuh guru?"
Nicholas, Lisa, Sea, dan Jonatan membulatkan kedua mata secara bersamaan. Fakta yang baru ia ketahui selama ini baru saja terungkap.
"Serius kamu Rel?" Sea bertanya dengan tidak percaya.
Dengan sangat santai Karel mengangguk "Iya, disitu sebenernya dia nembak gue. Tapi gue ngga mau, lo tahu kan kalau gue itu orangnya penasaran."
Nicholas melempar kulit kacang yang berada dimeja kearah Nicholas, namun Karel berhasil menghindar sehingga ia tidak terkena kulit kacang tersebut "Gampang banget kamu ngomongnya Rel, bu Sari kan perempuan masa kamu tega mainin perasaannya dia?"
Karel mendengus, sambil memutar kedua bola mata. Ia sangat tahu bila menceritakan hal tersebut pada Nicholas, sudah dengan sangat pasti Nicholas akan memberikan ceramah panjang pendeknya.
"Gini ya Nic, gue jelasin. Lagian ngga sepenuhnya salah gue dong? Bu Sarinya aja yang mauan padahal udah nikah, gue cuman penasaran sama nguji kesetiaan dia. Tapi, dia malah suka sama gue." Karel dengan segala pembelaan dirinya.
Jonatan kembali terkejut ketika mendengar bahwa bu Sari sudah menikah, padahal bu Sari masih terlihat muda dan Jonatan harus mengakui bahwa ia seksi.
"Serius kamu dia udah nikah?" Tanya Jonatan dengan rasa terkejutnya.
Karel hanya mengangguk, sementara Nicholas tidak mau memberikan ceramah lebih lanjut. Ia mengetahui jika hal itu terjadi, pasti Karel akan marah terhadap dirinya. Ia tidak ingin merusak kegiatan berkumpul yang jarang sekali diadakan.
"Tapi, aku akui kamu hebat juga Rel. Aku ngga nyangka kamu seplayboy itu." Ujar Lisa dengan memberikan jempol kearah Karel, sembari mengeluarkan cengiran.
Karel terkekeh "Abis dia cantik sih, tapi kalau terlalu gampang suka sama cowok gue jadi gimana gitu."
Sea hanya mendengarkan, ia sedikit tidak suka jika Karel menggoda guru ketika di sekolah.
"Gue suka sama cewek yang susah gue taklukin, yang selalu menolak pesona gue, yang buat gue nyaman." Sambil mengatakan hal itu mata Karel tidak berhenti melirik kearah Sea.
Lisa menangkap hal tersebut, sebenarnya ia mengetahui bahwa Karel menyukai Sea dengan begitu tulus. Namun, Sea dengan rasa kurang peka tidak mengetahui perasaan Karel. Jonatan juga sangat mengetahui bahwa Karel memang ada rasa dengan Sea, ia mendukung sekali apabila Karel menyatakan perasaanya pada Sea. Tapi Karel dengan segala kebodohannya malah menunjukkan sifat playboy pada Sea.
Sea yang merasa diperhatikan oleh Karel, duduk dengan sangat tidak nyaman. Entah mengapa, ketika Karel menatapnya seperti ini jantung Sea sedikit berdegup. Karel pernah mengajak Sea pergi hanya berdua ibaratnya kencan, namun Sea menolak hal tersebut. Dan tidak lama kemudian beredar bahwa Karel sedang mendekati seseorang. Hal tersebut membuat Sea semakin yakin bahwa Karel mendekati dirinya hanya karena rasa penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
Storie d'amoreBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)