"Seperti yang mama sama papa denger, aku memang pemakai saat ini. Baru aja aku make barang yang namanya sinte, aku konsumsi itu udah cukup lama. Aku ngga akan minta maaf untuk apa yang terjadi, karena aku ngga nyesel sedikit pun." Adriella berujar dengan sangat santai.
Saat ini Adriella, Andreas, dan Amelia sudah berada dirumah. Lebih tepatnya di ruang tamu, setelah memastikan bahwa golongan darah Natanael dan Nicholas cocok. Adriella sendiri merasa lega mendengar kabar itu, setidaknya hal yang ditakutkan tidak akan terjadi.
"Papa ngga nyangka ya Dri! Kamu bisa berkata kayak gitu tanpa ada rasa penyesalan!" Ujar sang papa.
Adriella mengatur napasnya, membenarkan duduknya. Lalu menatap sang papa dengan tajam "Papa mau tahu kenapa aku bisa kayak gini?! Aku kayak gini karena kalian! Kalian yang buat aku kayak gini! Kalian yang selalu ngga ada waktu buat aku! Kalian selalu sibuk sama kerjaan kalian! Tanpa kalian liat, kalian punya anak remaja yang masih butuh kasih sayaang! Sedari kecil, aku tumbuh sama bi Imah, belajar sama bi Imah dan segala hal sama bi Imah. Apa kalian pernah tanya ke aku satu hal? Satu hal tapi punya arti yang banyak contohnya gimana hari ini? Pernah ngga kalian tanya itu ke aku? Aku ngga butuh harta dari kalian! Aku butuh KASIH SAYANG DARI KALIAN!"
Adriella mengatakan hal itu dengan napas yang terengah-engah. Ia tidak menyangkan bahwa emosinya akan meledak, sudah lama rasanya ia ingin mengatakan hal itu namun ia pendam. Kini air mata Adriella mengumpul di pelupuk mata gadis itu.
"Ah iya, jangankan tanya itu. Apa kalian pernah tanya gimana kabar aku? Engga kan! Yang kalian pikirin cuman uang, uang, dan uang. Aku ngga butuh itu semua! Percuma punya uang, tapi aku ngga dapet kasih sayang, percuma punya uang tapi ngga dapet kebahagiaan, percuma punya uang kalau aku ngga bisa berbagi cerita sama orang tuaku sendiri. Apa kalian ngga sadar kalau selama ini aku seolah-olah berjalan sendiri?! Aku pun sampai merasa aku udah ngga punya orang tua! Kita memang satu atap, tapi aku ngerasa kalau kita begitu jauh, kita bukan layaknya keluarga! Kalian selalu sibuk sama kerjaan kalian, dan sekarang ketika aku terjerumus kalian malah mau menyalahkan aku? Seharusnya kalian mikir!" Tumpah sudah air mata Adriella, ia tidak akan menyangka bahwa seperti ini jadinya. Ia menangis juga dihadapan kedua orangtuanya.
Amelia yang berada disamping Adriella mengusap pundak Adriella "Dri, maafin mama. Mama ngerti kamu kecewa, maaf Dri!"
Adriella tidak peduli, ia kembali mengeluarkan suaranya "Kalau boleh milih aku lebih baik dilahirin dari keluarga yang sederhana dengan kebahagiaan dan kasih sayang yang melimpah. Dari pada aku dilahirin dikeluarga kaya, tapi aku sama sekali ngga dianggep!"
Amelia tidak kuasa menahan tangisnya, ia pun membawa Adriella kedalam pelukannya. Sementara Andreas diam seribu bahasa, rahangnya mengetat, dan kedua tangannya ia kepalkan diatas pahanya. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa apa yang selama ini ia anggap benar, ternyata salah dimata putri semata wayangnya. Ia dan istri bekerja keras untuk membuat Adriella bahagia dengan tidak membuat Adriella kekurangan, namun ternyata malah membuat Adriella kecewa. Bodoh. Benar-benar bodoh.
"Aku hikss seperti kehilangan arah! Rasanya aku pengen nyusul Maurren, aku yakin dengan begitu aku ngga akan begini." Jerit Adriella.
Amelia mengelus kepala putri kesayangannya, menggelengkan kepala "Ssstt.. Kamu ngga boleh bilang gitu, sayang. Mama ngga akan membiarkan itu terjadi."
"Mama sama papa jahat! Kalian ngga pernah mikirin perasaan aku." Ujar gadis itu.
Amelia semakin mengeratkan pelukannya kepada Adriella, dadanya begitu sesak saat mengetahui kebenaran yang begitu menyakitkan. Ia merasa sudah gagal menjadi ibu yang baik, ia merasa gagal karena tidak mendidik Adriella dengan benar, ia merasa gagal karena tidak selalu ada untuk putrinya. Ia merasa berdosa untuk semua hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
Любовные романыBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)