BAB 27 - Waiting Adriella

186 8 0
                                        

Nicholas masih tetap setia menunggu gadis itu keluar dari club. Ini sudah dua jam ia menunggu, namun belum ada tanda-tanda kemunculan gadis itu. Sudah berkali-kali Nicholas menguap karena rasa kantung menyerangnya, sudah berkali-kali juga ia mondar-mandir seperti cacing kepanasan, sudah berkali-kali ia menendang apapun yang ada di depannya, sudah berkali-kali ia berjongkok kemudian berdiri kembali. Ia telah lakukan itu, namun tidak ada sama sekali ia melihat Adriella akan kembali kerumahnya.

Ia sangat kedinginan, bahkan bulu-bulunya merinding. Sial. Ia ingin kembali kedalam namun kata satpam ia tidak diperbolehkan masuk kedalam, tapi sungguh ia sangat penasaran apa yang terjadi di dalam sana.

Dengan segala keberanian yang ada Nicholas melangkah ke dalam club, persetan dengan satpam yang tidak memperbolehkannya masuk. Ia hanya khawatir dengan Adriella. Ia takut ada pria-pria brengsek yang akan menyakiti atau berbuat yang macam-macam terhadap gadis itu.

Nicholas melangkah dengan sangat pasti, mencari keberadaan sosok Adriella yang tingginya hanya sampai sebahu pria itu. Karena biar bagaimanapun Adriella kalah tinggi dengan Nicholas.

Mata Nicholas kini tertuju pada sosok gadis yang saat ini tengah dipaksa oleh seseorang yang Nicholas ketahui tengah mabuk, pria itu ingin berbuat yang tak senonoh dengan gadis itu. Padahal gadis itu sudah meronta ingin dilepaskan. Namun apalah daya seorang gadis yang lemah akibat pengaruh alkohoh, ia langsung mengambil langkah yang lebar-lebar. Entah mengapa ia sungguh emosi melihat adegan ini. 

Nicholas menarik kerah kemeja pria itu dari belakang, kemudian ia menjauhkan dari jangkauan tubuh Adriella. Lalu Nicholas menghempaskan tubuh pria itu dengan begitu kasar "Don't touch my girlfriend!"

Adriella yang sedang merasa takut, hanya terdiam memperhatikan Nicholas beserta dengan pria kurang ajar itu dari jauh. Ia memang nakal, namun bila ada pria yang ingin berbuat tidak baik ia menjadi takut.

Pria itu jatuh terduduk dilantai, ia melihat Nicholas dengan sengit sembari tersenyum miring. Dia pikir dia siapa? Sampai berani-berani berbuat seberani ini. Pria yang tidak diketahui namanya itu bangkit berdiri, ia berdiri dengan sempoyongan menghampiri Nicholas lalu langsung menarik kerah kemeja Nicholas.

"Cewek lo murahan, dia udah berkali-kali gue sentuh. Jadi kalau lo mau ambil gih." Setelah mengatakan hal itu, pria tersebut langsung menghempaskan tangannya dari Nicholas.

Nicholas tersulut emosi, ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat. Lalu entah mengapa tangannya dengan begitu saja mampir di wajah tampan pria itu.

Bukkkkkkk...

Gantian, setelah tadi pria itu yang memegang kerah Nicholas. Kini Nicholas yang memegang kerah pria itu sambil matanya memerah karena amarah.

"Jangan pernah macem-macem sama dia!  Atau kamu bakalan tahu akibatnya!" Nicholas menghempaskan tangannya dari kerah kemeja pria itu, pria itu hanya tersenyum tipis sembari memegang sudut bibirnya yang berdarah. 

Nicholas segera menghampiri Adriella yang tengah berdiri dengan kaki gemetaran. Ia sungguh-sungguh takut kali ini, selama menginjakkan kaki di club baru kali ini ia dipaksa untuk berbuat yang macam-macam.

"Kamu gapapa kan?" Tanya Nicholas saat sudah berada di hadapan Adriella, entah dorongan dari mana ia langsung mendekap gadis itu dengan lembut "Tenang, ada saya disini. Dia ngga berani gangguiin kamu lagi." Nicholas dengan mengelus kepala Adriella.

Adriella hanya terpaku, ia tak mampu berkata apa-apa. Kepalanya yang pening justru mendominasi, ia lelah, ia ingin muntah, ia sudah merasa pandangannya buram. Ia sungguh-sungguh lemas sekali, akibat mabuk sekaligus melawan pria bar-bar itu.

BUKTI  [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang