Karel menetapi janjinya, ia sedang berusaha untuk berubah demi Sea. Ia tidak lagi mendekati seorang perempuan, kecuali Sea. Karel tidak percaya bahwa ia bisa jatuh cinta kepada Sea yang notabanenya seseorang yang sangat tertutup, pendiam, dan harus Karel akui bahwa Sea merupakan gadis yang manis dan cantik.
"Rel cakep noh, biasanya langsung kamu gebet." Tunjuk Jonatan, kearah senior kampus sedang berjalan melewati mereka berdua.
Karel sedang membaca buku, melirik kearah yang ditunjuk oleh Jonatan. Namun, ia tidak memperdulikan hal tersebut.
"Males, gue kan udah bilang sama lo. Gue mau berubah demi Sea." Ujar Karel dengan mantab, lalu fokus kembali kepada bukunya.
Jonatan tercengang. Ia berpikir bahwa Karel main-main dengan perkataannya, namun sepertinya Karel serius dengan hal tersebut. Ia sedikit merasa kagum dengan Karel, ia membuktikan bahwa cinta yang ia berikan untuk Sea tidaklah main-main, sahabatnya itu mempunyai perasaan yang sangat tulus untuk Sea.
"Hebat kamu, aku dukung kamu terus sama Sea." Jonatan menepuk pundak Karel berkali-kali.
"Thanks, bro."
Tidak ada yang membuka percakapan, keduanya saling terdiam. Jonatan sebenarnya sedang memikirkan sesuatu, ia memikirkan jika nanti Karel dan Sea menjadi sepasang kekasih itu artinya ia sendirian yang tidak mempunyai pasangan. Ya, Tuhan naas sekali nasib Jonatan. Ia sendiri merasa bingung dan tidak percaya, sampai saat ini ia belum menemukan seseorang yang cocok untuk dijadikannya pacar. Apa ia akan jomblo untuk beberapa tahun lagi? Oh tidak, Jonatan tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Ia harus segera mencari seseorang yang bisa membuat hatinya berdebar.
"Hai." Sapa seseorang kepada kedua cowok yang sedang tidak terlibat perbincangan apapun.
Karel menolehkan kepala kesumber suara, ia tersenyum melihat Sea, Lisa, dan Nicholas sudah berada di hadapannya. Mereka saat ini berada dikantin kampus.
"Eh ada calon pacar, sini duduk disamping aku." Karel menepuk-nepuk kursi cokelat panjang yang berada disampingnya.
Nicholas mencibir "Masih calon jangan bangga."
Karel melihat kearah Nicholas dengan tatapan tajam "Eh biarin aja kenapa sih, bangga dulu bolehlah."
Lisa segera duduk disamping Jonatan, sementara Sea berada disamping kiri Lisa, melihat hal itu Karel mendesah napas kecewa. Nicholaslah yang duduk disampingnya.
"Apes, pengennya cewek cantik disamping gue. Malah muka panci yang disamping gue." Gerutu Karel.
Mendengar hal itu, Nicholas menjitak kepala Karel dengan pelan "Enak aja bilang saya muka panci. Kamu ngga liat muka saya ganteng gini?"
Karel memutarbola mata dengan malas, ia lalu menyodorkan telapak tangan kearah wajah Nicholas "Ngomong nih sama tangan gue."
Nicholas, Jonatan maupun Lisa terkekeh melihat tingkah Karel.
"Ogah ah, tanganmu bauk terasi pasti." Nicholas menjauhkan tangan Karel dari hadapannya.
Karel mencibikkan bibirnya, menggerutu dengan suara yang sangat pelan. Namun, Nicholas masih bisa mendengar gerutuan dari Karel tapi ia tidak mau meledek Karel. Sementara Sea hanya menatap Karel dengan begitu dalam, tanpa disadari oleh siapapun. Selama beberapa bulan Karel terus mendekati dirinya, cowok itu selalu berusaha untuk meluluhkan hati Sea dan sialnya Sea mulai merasa nyaman dengan Karel.
>Flashback On<
"Se!" Panggil Karel saat melihat Sea dari jarak yang cukup dekat.
Sea yang saat itu ingin melangkah kearah kelas, menghentikan langkah lalu melihat kearah Karel "Kenapa?"
Karel membuka tas ranselnya, cowok itu mengeluarkan kotak makan lalu menyerahkan kepada Sea "Ini buat lo Se, gue sendiri loh yang masak. Semoga suka ya, maaf kalau nanti ngga enak. Maklum baru belajar."
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
RomanceBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)