Lisa sangat bersemangat hari ini, Nicholas menghubungi dirinya dan mengajaknya untuk berkencan. Ah, rasanya begitu bersemangat jika sudah menyangkut nama Nicholas. Gadis itu saat ini tengah bersiap-siap, ia harus tampil cantik dihadapan Nicholas.
Sedikit informasi, Lisa saat ini sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan jabatan sebagai HRD. Awalnya ketika lulus Lisa hanya ingin mencoba-coba saja untuk melamar di perusahaan tersebut, dan sepertinya keberuntungan berpihak kepada gadis itu membuat Lisa di terima diperusahaan swasta yang terbilang cukup punya nama di Indonesia.
Lisa mengeluarkan baju dari lemari pakaiannya, ia sedang memilih-milih mana dress yang cocok untuk ia gunakan. Nicholas mengatakan bahwa mereka akan makan malam disebuah restoran. Ia memantulkan dirinya dicermin, sembari menempelkan dress ditubuhnya saat ia rasa tidak cocok ia akan membuang dress itu dengan asal. Ini sudah dress kesekian yang ia rasa tidak cocok untuk ia pakai, entah tidak cocok atau saat ini Lisa sedang kebingungan dan salah tingkah.
Ia berdecak sangat sebal, lalu melihat kearah jam dinding. Sebentar lagi Nicholas akan datang menjemput dirinya, namun ia masih saja berkutat dengan dress-dressnya itu. Benar-benar.
Dilain tempat, Nicholas sudah berada dipekarangan rumah Lisa. Ia melangkah dengan begitu percaya diri masuk kedalam rumah Lisa, setelah melepaskan helm dari kepalanya.
"Tante, Lisanya udah siap?" Tanya Nicholas saat sudah berada diruang tengah, sambil menyalam tangan mama Lisa.
Lina melirik kearah Nicholas, sambil tersenyum "Belum kayaknya, mama panggilin dulu ya."
Ya, begitulah memang. Setiap kali Nicholas kerumah Lisa, dan berbincang dengan mama Lisa pasti mama Lisa sering menyuruh Nicholas untuk memanggilnya dengan sebutan 'mama' namun lidah Nicholas masih kelu, sehingga ia terbiasa dengan memanggil mama Lisa dengan sebutan 'tante'.
Nicholas menganggukkan kepala, menyetujui perkataan mama Lisa. Ia menunggu sembari mengecek notifikasi di ponselnya. Saat ini kedua sahabatnya sedang ramai di group, entah apa yang mereka bicarakan Nicholas tidak mengetahui. Ia menscroll percakapan kedua sahabatnya di group itu, rupanya mereka sedang membahas kejadian tadi pagi saat dirinya meminta bantuan pada Karel. Sahabatnya satu itu sudah memberitahukan pada Jonatan, dan sedikit memberitakan hal yang macam-macam. Sementara Nicholas hanya terkekeh dibuatnya.
Pejuang Tangguh 👊
Jonatan : Mana nih terdakwanya, masa ngga muncul?
Karel : Kayaknya lagi kencan sama pacar pertamanya wkwkwk, soalnya nnti malam mau jalan sama pacar kedua wkwkwk.
Jonatan : Gila, polos-polos tai ayam juga sih Nic! Nic keluar lo buru!
Nicholas : Bau dong saya? Hahaha.
Nicholas hanya menggelengkan kepala, melihat balasan selanjutnya. Namun ia hanya melihat tanpa membalas, kemudian ia melihat notifikasi yang lainnya. Ia saat ini sedang membaca berita olahraga yang berada diponselnya, sembari menunggu kedatangan kekasihnya.
Dikamar Lisa, saat ini mamanya menggelengkan kepala melihat kamar anaknya seperti kapal pecah. Ia melangkah ke kamar Lisa, sembari mengambil dress Lisa yang terjatuh di lantai.
"Ini kenapa kayak kapal pecah gini? Astaga, Lisa." Seru sang mama.
Lisa menggaruk kepalanya yang tak gatal, sambil duduk di tepi ranjang dengan pasrah "Lisa bingung ma mau pake yang mana. Dress Lisa jelek-jelek semua."
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
RomanceBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)