Maurren turun dari mobilnya, melangkahkan kaki menuju kedalam rumahnya. Sungguh melelahkan hari ini, perasaannya hari ini cukup amburadul. Ia merasa senang, sedih dan lega disaat bersamaan.
Saat sudah berada di ruang tengah, ia menghidupkan lampu ruang tengah. Karena tidak biasanya ruang tengah dimatikan seperti ini. Dadanya sungguh terpompa dengan begitu cepat, karena sangking terkejutnya melihat sang paman sedang duduk disofa ruang tengah dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Bikin kaget aja, sih!" Kata Maurren sembari memegang dadanya.
Sang paman tidak menghiraukan, ia pun langsung menghampiri Maurren dengan kilatan amarah. Ia telah lelah menceramahi gadis itu, namun keponakannya tidak sedikit pun mendengarkan perkataannya. Sungguh sangat durhaka keponakannya ini!
"Abis dari mana?" Masih mencoba bersikap tenang, sang paman bertanya dengan kedua tangan yang berada di pinggang.
"Jalan sama Adriella." Seru Maurren.
Sony mengarahkan satu tangannya ke saku celana belakang, mencoba mencari sesuatu yang Maurren yakini akan di tunjukkan kepada dirinya. Ketika sudah menemukan benda yang di cari, Sony segera mengudarakan dua benda kedepan wajah gadis itu membuat Maurren terkejut bukan main.
"Bisa jelasin barang ini ke gue?!" Sikap tenang Sony, kini hilang entah kemana. Ia pun masih menyodorkan dua benda tersebut di depan wajah Maurren.
Maurren mengambil dua benda tersebut dengan merampas, bagaimana bisa ia seteledor ini? Pamannya kini mengetahui segalanya. Saat ini pamannya sedang menyodorkan alat tespack, beserta dengan sinte yang selalu di simpan dalam lemarinya.
Maurren tidak menjawab, ia memilih untuk diam. Karena tidak suka diacuhkan, sang paman mendekatkan tubuhnya dengan Maurren. Lalu memegang kedua lengan Maurren dan menggoyang-goyangkan tubuh Maurren.
"JAWAB GUE MAR! APA ITU? LO HAMIL, HAH? DAN LO PAKE NARKOBA??" Teriak sang paman.
Maurren masih terdiam, kini air matanya kembali menetes.
"Mar, gue ngga butuh air mata buaya lo! Sekarang jawab gue!! Kenapa lo bisa sampe hamil kayak gini? Dan kenapa lo bisa make barang haram itu, Mar??!!" Kembali Sony mengguncangkan tubuh Maurren.
Maurren jengah, ia pun menghempaskan tangan pamannya dengan cukup keras. Ia memandang sang paman dengan air mata yang berlinang, lalu memandangnya dengan sengit "Iya, gue hamil dan gue pake barang itu. Apa masalahnya buat lo?! Ngga usah sok peduli sama gue, karena selama ini keluarga ini ngga ada yang peduli sama gue!! Jadi jangan pernah tanya kenapa gue bisa jadi kayak gini! Ini semua karena lo pada ngga becus jaga gue!!"
Prak..
Setelah selesai mengatakan hal itu, tangan Sony melayang begitu saja kewajah Maurren. Tamparan itu membuat wajah Maurren sampai terhuyung kesamping, benar-benar perih. Bahkan kini pipinya sudah memerah.
"Jaga ucapan lo! Kita semua udah berusaha lakuiin yang terbaik buat lo, tapi apa balasan lo sekarang? Lo malah ngecewaiin kita! Lo sama rendahnya kayak bitch, seharusnya dulu gue bilang ke nenek supaya buang lo! Lo anak yang nyusahin, ngga tahu diri, dan bawa sial. Sekarang lo malah bawa aib ke keluarga kita? Lo tuh maunya apa? Gue nyesel punya ponakan kayak lo! Dari pada lo bawa aib, mending lo mati aja!! Semua ngga mengharapkan lo ada di dunia ini!" Perkataan Sony sungguh membuat hati Maurren sangat sakit.
Apakah Maurren sehina itu?
Apakah benar Maurren bawa sial?
Apakah benar ia tidak diinginkan oleh keluarga ini?
Air mata Maurren mengalir derasnya dari pelupuk mata, menghembuskan napasnya. Rongga dadanya merasakan sesak yang luar biasa, padahal ia sudah menghembuskan napas dengan cukup keras. Perkataan pamannya bahkan lebih menyakitkan dari pada tamparan yang diberikan di pipi Maurren, sial. Maurren tidak mengatakan hal apapun, ia berlalu dari hadapan sang paman dengan lemas sembari sedikit menyenggol bahu sang paman.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
RomanceBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)