BAB 13 - Kehilangan

243 10 3
                                        

Nicholas keluar dari kamar mandi, ia begitu terkejut ketika melihat sang mama tak sadarkan diri di lantai kamar rawat inap. Menghampiri sang mama dengan berlari, ia membopong tubuh sang mama kearah brankar. Sungguh Nicholas saat ini sangat panik, ia tidak ingin hal itu terjadi. Ia masih membutuhkan sang mama.

Setelah memastikan bahwa sang mama berada di brankar, dengan terburu-buru ia memanggil dokter.

"DOKTER!!" teriak Nicholas membahana, tidak memperdulikan orang yang berlalu lalang melihat kearahnya.

Para dokter yang sedang berkumpul di resepsionis, langsung melihat kearah Nicholas karena teriakan Nicholas yang sangat membahana. Dokter yang menangani mama Nicholas dengan sigap langsung menghampiri Nicholas, dengan suster yang selalu setia mendampingi dirinya.

"Ada apa?" Tanya dokter dengan nada yang khawatir.

"Dok.. Mama saya pingsan dok, tolong bantu mama saya dok." Pinta Nicholas menatap sang dokter dengan tatapan memohon.

Dokter itu langsung berlari kearah kamar  sang pasien, diikuti dengan Nicholas beserta dengan suster. Nicholas terus berdoa dalam hati agar semuanya baik-baik saja.

Dokter sudah masuk kedalam kamar, beserta dengan suster. Ketika Nicholas ingin masuk sang suster mencegah agar cowok itu menunggu diluar. 

"Sus, saya mohon selamatkan mama saya. " Pinta Nicholas.

Sebelum menutup pintu, sang suster tersenyum dengan sangat ramah "Kami akan lakukan yang terbaik, tugas kamu dan keluarga doakan untuk mama kamu ya."

Nicholas menganggukan kepala, ia duduk di bangku panjang yang berada di luar kamar sang mama. Ia mengacak rambutnya dengan kasar, lalu beralih mengusap wajah dengan sangat kasar, menghela napas. Rasa khawatir sungguh mendominasi dihatinya. 

Nicholas berdiri, kemudian ia melangkah mondar-mandir seperti cacing kepanasan. Nicky maupun Natanael melihat Nicholas dari kejauhan, keduanya saling menatap satu sama lain. Rasa cemas mulai menjalar, Nicky maupun Natanael langsung berlari kearah Nicholas.

"Kenapa, Nic?" Nicky bertanya kepada Nicholas dengan tatapan cemas.

Nicholas menghentikan langkah, lalu ia menghela napas dengan sangat sedih "Mama pingsan lagi, pa. Dokter lagi periksa di dalem."

"Pa, mas. Mama pasti sembuh kan?" Natanael menyentuh lengan sang papa maupun kakaknya. Ia benar-benar tidak siap bila harus kehilangan sang mama.

Nicholas menatap kearah Natanael, kemudian berusaha tersenyum menenangkan "Kita berdoa aja ya. Semoga mama cepet sadar."

Natanael hanya menganggukkan kepala, ia lalu duduk di bangku panjang. Nicky bersandar di tembok sembari bersedekap dada, berbeda dengan Nicholas yang kembali melangkah mondar-mandir seperti cacing kepanasan.

Sekarang yang mereka bisa hanyalah berdoa, berdoa kepada Tuhan agar memberikan kesempatan untuk sang mama maupun istri. Semoga badai yang mereka lalui segera berlalu. 

*****

Pintu kamar terbuka, ketiga pria itu segera menghampiri sang dokter untuk menanyakan bagaimana keadaan sang mama.

"Gimana dok?" Nicky langsung bertanya, karena sungguh cemas dengan keadaan istrinya.

Dokter muda itu menghela napas, menatap papa Nicholas dengan tatapan sulit diartikan "Kami sudah melakukan yang terbaik, tapi Tuhan sepertinya lebih sayang dengan ibu Niken."

Nicky berdiri dengan sangat lemas, ia tidak bisa menahan tubuhnya. Pria itu meluruh ke lantai dengan pandangan kosong.

Istrinya, wanita yang sangat ia cintai pergi meninggalkan dirinya beserta dengan kedua putra selamanya. Apakah ini mimpi? Ya, Tuhan. Kalau benar ini mimpi tolong bangunkan secepatnya.

BUKTI  [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang