BAB 12 - Keterbukaan

223 16 4
                                        

Natanael dan Nicholas sedang menunggu mama maupun papanya pulang jalan-jalan dari taman, sebenarnya mereka berdua ingin mengetahui apa yang dibicarakan oleh orang tuanya. Namun, mereka berdua tidak ingin menganggu waktu berdua kedua orang tuanya. Akhirnya Natanael maupun Nicholas duduk diam tanpa melakukan apapun, Nicholas sesekali membalas pesan singkat dari kekasihnya.

Nicholas : Gimana hasil ujianku?

Nicholas sedang menunggu balasan pesan dari Lisa, beberapa menit menunggu.

Drett.. Drettt.. Drett..

My Girlfriend 💕: Hasil kamu bagus banget sayang, kamu lulusan terbaik di sekolah kita. Congrast my babykuh ❣️

Nicholas tidak bisa menahan senyumnya. Ia bersyukur karena kembali menjadi lulusan terbaik di sekolah, ia kembali membalas pesan singkat dari Lisa.

"Kenapa mas senyum-senyum gitu? Pasti dapet kabar dari kak Lisa ya." Natanael menggoda masnya sembari menyenggol tubuh Nicholas.

Nicholas berdecak, lalu mengelus kepala sang adik dengan sayang "Sok tahu kamu."

Natanael terkekeh "Pasti kan? Mas, mbak Lisa tuh cakep tahu. Aku suka banget sama mbak Lisa, semoga kalian berjodoh ya."

Nicholas membulatkan kedua mata, tidak menyangka dengan adiknya yang masih kecil sudah berucap seperti itu.

"Awas mas, jangan melolot nanti mata mas yang kecil itu keluar dari tempatnya. " Natanael tertawa dengan cukup keras, rasanya sangat senang menggoda Nicholas.

"Abis kamu masih 2 SMP,  udah sok tua gitu." Ujar Nicholas, sembari mengedipkan kedua mata secara berkali-kali.

Natanael hanya mengeluarkan cengiran, sambil menggaruk tengkuk leher yang tak gatal. Kadang entah mengapa Natanael bisa berubah gaya bicaranya menjadi sesosok orang yang cukup dewasa, kadang menjadi cowok yang sangat manja. Tapi, percayalah kebanyakan sifat manja yang berada dalam diri Natanael. 

Keduanya terlibat perbincangan kecil, mereka memperbincangkan hal apapun. Mulai dari sekolah, cita-cita, atau teman Natanael yang mungkin sedang mendekati seorang cewek, membahas tentang pendidikan, matematika, atau hal lainnya. Nicholas selalu mendengarkan apapun yang adiknya katakan, bahkan beberapa kali Nicholas memberikan saran kepada Natanael dan Natanael menerima saran Nicholas dengan sangat baik.

"Kamu kalau mau pinter matematika, pertama kamu harus suka dulu sama pelajarannya. Kalau kamu ngga suka sama matematika, sampai botak juga kamu ngga bakalan bisa." Ujar Nicholas memberitahukan.

Natanael mengangguk mengerti "Natan suka banget mas sama matematika, disekolah aja Natan selalu dapet nilai bagus."

"Kalau gitu, kamu coba ikut olimpiade matematika. Nanti dari situ, kamu bisa kuliah di luar negri kalau memang kamu bercita-cita sekolah diluar negri." Ujar Nicholas.

Natanael menatap Nicholas dengan berbinar "Serius, mas? Kalau gitu nanti Natan mau ah kalau disuruh olimpiade."

Nicholas tersenyum, sembari menepuk pundak adiknya "Semangat ya! Mas bangga sama kamu, kamu masih kecil udah punya mimpi yang bagus. Ya walaupun kamu kadang males belajar, mulai sekarang rajin-rajin belajar."

"Siap mas." Ujar Natanael sembari melebarkan senyumannya. 

Tidak ada lagi yang membuka percakapan, Nicholas beserta dengan Natanael kembali terdiam.

BUKTI  [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang