6 Bulan Kemudian.
Kelas Nicholas, saat ini ingin mengadakan makan-makan bersama di luar kampus. Sesuai dengan kesepakatan awal, diadakan uang kas untuk dinikmati bersama. Kebetulan uang kas yang terkumpul cukup banyak membuat mereka memutuskan untuk makan diluar ketika jam kuliah selesai.
"Kamu ajak pacar kamu?" Gisel menghampiri Nicholas lalu menatap Nicholas dengan tanda tanya.
Nicholas memang selalu duduk dideretan paling belakang, kebetulan Gisel selalu duduk disamping Nicholas. Ia melirik Gisel sejenak lalu mengedikkan kedua bahu "Saya ngga tahu, soalnya dia bilang kalau hari ini lagi ada matkul tambahan."
Tanpa sadar, Gisel mengeluarkan senyumnya. Ia merasa beruntung apabila kekasih Nicholas tidak mengikuti acara tersebut, yang berarti ia bisa menghabiskan waktu bersama Nicholas dengan sangat lama.
Gisel kembali menghadap ke depan, kemudian ia menulis catatan yang sedang diterangkan oleh dosen.
Drtt.. Drtt.. Drtt..
Getaran di ponsel Nicholas, membuat cowok itu mengecek ke ponsel yang berada diatas kursinya.
My Girlfriend ❤ : Sayang, tawaran kamu buat aku ikut boleh ngga? Aku ngga ada kuliah tambahan kok.
Nicholas tersenyum dengan sangat senang, ia yakin Lisa pasti takut dan cemburu terhadap Gisel. Ia hanya geli dan menikmati semua hal yang dilakukan oleh Lisa.
Nicholas: Ayuk, boleh. Kelar kelas kamu tungguiin aku ya dikantin atau langsung keparkiran juga boleh.
Tanpa menunggu lama, Lisa sudah membalas pesan dari Nicholas.
My Girlfriend❤: Oke, aku tunggu di parkiran aja ya. Semangat kuliahnya sayang 😘
Nicholas: Semangat juga kamu!
Setelah membalas pesan tersebut, Nicholas kembali memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan di papan tulis. Ia mulai mencoba fokus dengan mata kuliah pengantar ekonomi makro. Sungguh, sebenarnya saat ini entah mengapa Nicholas gagal fokus dan tidak bisa berkonsentrasi.
"Jadi anak-anak, ibu akan tanya satu persatu kepada kalian tentang materi beberapa bulan yang lalu. Anggap saja ini sebagai quiz dadakan dari ibu." Jelas ibu Ronila, selaku dosen pengantar ekonomi makro.
Nicholas yang memang sedang tidak fokus pada mata kuliah kali ini, ternyata tidak bisa mendengarkan secara baik mata kuliah tersebut. Ia akhirnya hanya melamun, namun tidak bertahan lama karena Nicholas memutuskan untuk menggambar apa yang menjadi imajinasi cowok itu dikertas filenya. Jika seperti ini Nicholas sedang mengalihkan perhatiannya, agar ia bisa kembali fokus pada mata kuliah tersebut. Ibu Ronila melihat Nicholas sedang sibuk sendiri, menghampiri Nicholas. Lalu ketika sudah berada dihadapan Nicholas, ia mengetuk kursi putih yang menjadi tempat Nicholas menggambar.
"Nicholas, coba jawab pertanyaan dari ibu." Mendengar perkataan dari ibu Ronila, Nicholas menghentikan kegiatan menggambar kemudian menatap ibu Ronila.
"Silahkan bu." Ujar Nicholas dengan begitu santun.
Ia sepertinya siap tentang pertanyaan apapun dari ibu Ronila. Sementara ibu Ronila sedang memikirkan pertanyaan yang tepat untuk Nicholas.
Ibu Ronila berdehem sejenak "Coba kamu jelasin apa penyebab permasalahan perbankan dan kredit macet."
Nicholas menegakkan posisi duduk, sementara teman-temannya yang lain sedang menunggu Nicholas untuk menjawab. Karena mereka sudah mengetahui apabila tidak bisa menjawab pertanyaan dari ibu Ronila dengan sangat senang hati, dosen tersebut akan memberikan nilai yang sangat jelek dan akan menjadi bulan-bulanan agar anak tersebut bisa menjawab pertanyaannya dengan sangat baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUKTI [THE END]
RomanceBukti yang akan membuktikan segalanya, membuktikan bahwa sebuah perjuangan tidak akan sia-sia, sebuah perjuangan yang membuahkan hasil yang baik. Walaupun, Nicholas tahu sangat sulit mengubah seorang gadis menjadi pribadi yang lebih baik, seorang...
![BUKTI [THE END]](https://img.wattpad.com/cover/134621921-64-k439948.jpg)