11. Protect Me

2.5K 279 14
                                        

Siyeon's POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Siyeon's POV

Hembusan napas lelah lolos dari mulutku. Kudorong ke belakang kursi yang kududuki lalu beranjak berdiri. Tanpa pikir panjang aku langsung menghempaskan tubuhku ke atas kasur.

Aku berbaring sambil merentangkan tangan dan kaki, berusaha mengistirahatkan fisik serta pikiranku setelah hampir 2 jam berada dihadapan komputer demi menyelesaikan laporan yang harus dikumpulkan besok. Itupun masih ada beberapa bagian yang belum kuselesaikan. Aku ingin merilekskan diri sebentar, setelah itu baru kulanjutkan lagi.

Melirik sekilas pada jam yang tergantung di dinding menunjukkan pukul 09.15 PM, aku memutuskan untuk memejamkan mataku sejenak. Berjanji pada diriku bahwa aku hanya memejamkan mata, tidak tidur sungguhan sebelum laporan yang kuketik sudah benar-benar selesai.

Mungkin belum sampai sepuluh menit terpejam, dering yang berasal dari ponsel membuatku harus membuka mata. Tanganku menggapai-gapai berusaha mengambil ponsel yang dari suara deringnya kuketahui terletak di samping bantal. Aku menguap sebelum mengecek nama yang tertera di layar ponsel.

Panggilan video dari Mina.

Tanpa pikir panjang, jemariku pun bergerak menggesek layar untuk menerima panggilan itu. Dua detik setelahnya wajah Mina muncul di layar.

"Wae?" tanyaku langsung padanya. (Kenapa?)

"Apa aku mengganggumu? Kau sibuk?" Mina balik bertanya dengan wajah tanpa dosanya.

Aku menampilkan senyum datarku sambil menggumam mengiyakan. "Hm, aku sedang beristirahat setelah mengerjakan laporan dan kau menggangguku."

Suara kekehan terdengar. "Maaf, maaf.... Aku juga baru saja berpaling dari laptopku. Biasanya mengobrol denganmu bisa sedikit menghilangkan rasa lelah, makanya aku menelponmu." Mina menampilkan cengirannya lalu kembali berbicara, "Laporanmu sudah selesai?"

"Belum, baru sekitar 85 persen. Kau?"

"Aku? Mungkin baru 60 persen, malam ini aku sepertinya akan begadang hingga dini hari."

Mina berucap dengan santainya dan itu mengundangku untuk mengeluarkan protes. "Kalau begitu matikan saja teleponnya dan lanjutkan laporanmu. Jangan begadang, itu tidak baik untuk kesehatan!"

"Ya, Jeon Siyeon. Sejak kapan kau menjadi seperti Min Ssaem?"

Aku mengernyit, memangnya apa hubungannya ucapanku tadi dengan Min Ssaem?

Mendengar nama Min Ssaem tiba-tiba ingatanku melayang pada sosok wali kelas kami waktu kelas 3 SMA dulu. Beliau adalah guru wanita yang sangat cerewet dalam melarang murid-muridnya begadang hingga larut malam apapun alasannya, entah karena keasikan main game atau terlalu rajin belajar hingga lupa waktu. Ah, jadi karena itulah Mina menyamakanku dengan Min Ssaem.

"Kau tidak mau 'kan sahabatmu yang cantik ini menjadi stress karena mengerjakan laporan? Jadi biarkan aku meneleponmu seperti ini, oke?"

"Arasseo, arasseo. Terserahmu," jawabku akhirnya-mengalah dan memaklumi kenarsisan seorang Kang Mina. "Topik apa yang akan kita bicarakan malam ini?" (Baiklah)

WHY YOU? || KIM MINGYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang