60. With You

1.5K 170 24
                                        

Siyeon's POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Siyeon's POV

Rasanya bisa bernapas bebas setelah kakiku melangkah keluar ruangan. Seruan heboh dan lega terdengar di sekitarku. Aku tersenyum, memandangi semua orang yang siang ini tampak bahagia—berbeda dengan hari-hari sebelumnya ketika kami keluar kelas dengan wajah kusut dan frustasi. Setelah dua minggu penuh menjadi pejuang nilai, akhirnya ujian-ujian yang memusingkan itu selesai juga.

"Siyeon-ah!"

Aku memicingkan mata ke arah kelas yang terletak beberapa meter di depan sana. Kulihat Mina tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya. Selama ujian, aku dan Mina memang tidak berada di kelas yang sama. Aku lantas setengah berlari menghampirinya yang sengaja menungguku.

Setelah aku tiba di dekatnya, Mina langsung menggenggam kedua tanganku dan bersorak heboh. "Akhirnya ujiannya selesai!" serunya meloncat-loncat riang dan mengayun-ayunkan tangan kami yang bertautan.

Aku terkekeh, ikut meloncat dan sesekali berputar riang di tepi koridor ini bersamanya. Beberapa orang yang lewat nampaknya memperhatikan kami, tapi baik aku maupun Mina tak peduli. Kami hanya ingin menyalurkan kelegaan kami dengan cara ini. Karena memang, tak ada yang lebih membahagiakan daripada kenyataan bahwa ujian akhir semester sudah berhasil kami lalui.

"Kau pulang dijemput Jungri Eonnie?" tanyanya setelah aksi kami berhenti.

Aku merapikan rambutku sejenak. "Aku pulang naik bus. Eonnie tidak bisa menjemput."

"Kalau begitu, biar kuantar kau pulang. Tapi sebelum itu, bagaimana kalau kita pergi ke kafe dulu? Berakhirnya ujian ini harus kita rayakan!" Mina berucap penuh semangat dengan tangan yang kini merangkul bahuku.

Tanpa perlu berpikir dua kali, aku menoleh ke arahnya dengan senyuman lebar, tak lupa kutunjukkan jempolku. "Ide bagus!"

"Kaja!" (Ayo!)

Kami menyusuri koridor. Kerumunan yang asyik bercengkerama dan tertawa yang kami temui di sepanjang koridor bukan hal yang asing lagi. Aku yakin sama sekali tidak ada orang yang bersedih karena ujian berakhir.

Ponselku tiba-tiba berdering singkat ketika kami hampir mencapai keberadaan mobil Mina yang terparkir. Aku mengambil benda pipih itu dari dalam tas dan segera mengeceknya. Satu pesan masuk terlihat di layar.

MingyuK : Kau sudah pulang, kan? Kutunggu di depan gerbang

Aku refleks berhenti, mengerjap-ngerjap membaca ulang barisan teks yang tertera lalu beralih melempar pandangan ke arah luar gerbang. Cukup banyak mobil yang terparkir di tepi jalan dan aku yakin salah satunya adalah mobil Mingyu.

Pertanyaan segera hinggap di otakku. Kenapa ia tiba-tiba menjemputku? Apa ia tidak sibuk?

"Wae?" Mina yang kulihat tadi berjalan lebih dulu, kini berbalik mendekat. Belum sempat aku menjawab, ia sudah lebih dulu memajukan wajah untuk melihat layar ponselku. (Kenapa?)

WHY YOU? || KIM MINGYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang