50. Bad Thing

1.4K 173 24
                                        

Jeonghan’s POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jeonghan’s POV

JeonSiyeon : Aku baik-baik saja, Oppa. Kau tahu, begini-begini aku punya daya tahan tubuh yang kuat hehe:)

Kedua sudut bibirku tertarik selagi mataku membaca deretan kalimat di layar ponsel. Aku menarik napas lega. Syukurlah.

Kemarin malam aku harus mendengar kabar tak menyenangkan dari mulut Mingyu bahwa sesuatu terjadi pada Siyeon. Lagi, gadis itu harus menerima perlakuan buruk dari orang yang tak sengaja mengenalinya ketika berada di toilet mall. Aku begitu khawatir, namun aku menahan diri untuk tidak menghubunginya. Karena sudah malam, aku tidak mau mengganggu waktu istirahatnya. Dan rasanya begitu lega ketika pesan yang kukirimkan siang ini mendapat balasan sesuai yang kuharapkan.

Siyeon baik-baik saja. Dia tidak terserang demam atau flu meski malam kemarin tubuhnya diguyur air secara sengaja dan ia harus terkurung di dalam bilik toilet.

Kuharap dia tidak berbohong akan kondisinya.






Hari ini aku bersama dua belas member Seventeen menjalani syuting outdoor untuk salah satu variety show. Syuting sudah dilaksanakan sejak pukul dua siang tadi. Kami dibagi menjadi tiga tim dan memainkan berbagai games menggunakan properti yang sudah disiapkan oleh staff.

Semuanya menyenangkan meskipun tidak bisa kupungkiri bahwa games yang kami mainkan cukup melelahkan dan menguras tenaga—karena kami harus berlari, bersembunyi, berteriak, dan hal lainnya demi menyelamatkan diri dari tim lain yang statusnya adalah lawan.

Karena lokasi syuting kali ini di Buamdong—daerah yang bisa dibilang sangat sepi meskipun letaknya tak jauh dari pusat kota Seoul, kami bisa berkeliaran dengan bebas, menyusuri jalanan selama bermain games tanpa perlu mengundang perhatian orang-orang seperti yang kerapkali terjadi jika kami melakukan syuting di kawasan padat Seoul.

Sesuai instruksi staff, tepat pukul empat sore kami kembali ke lapangan kosong yang menjadi lokasi utama syuting untuk break sejenak. Di sana sudah disediakan meja lipat panjang dan kursi yang berjejer di sisi-sisinya, beserta makanan dalam kotak dan minuman dingin yang tersaji di atas meja.

“Di mana Mingyu?” S.Coups yang baru saja mengambil duduk di sampingku bertanya, matanya mengedar ke sekeliling.

“Dia tadi ke toilet, jadi kami pergi duluan,” jawabku dengan kata ‘kami’ yang merujuk pada Jun dan Dino yang duduk di seberang. Bersama dengan dua orang itu, aku dan Mingyu berada di tim yang sama dalam games yang kami mainkan tadi.

S.Coups hanya mengangguk-angguk lalu menyesap minumannya. Selanjutnya kami mulai fokus menyantap makanan masing-masing. Setelah beberapa suapan, aku menoleh ke belakang—melihat ke arah luar lapangan yang sedari tadi tidak menunjukkan tanda-tanda Mingyu akan datang.

“Kenapa Mingyu Hyung lama sekali? Apa yang ia lakukan di toilet?”

Kembali menoleh ke depan, aku melihat Dino berbicara pada Jun meskipun mulutnya sibuk mengunyah.

WHY YOU? || KIM MINGYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang