Jeon Siyeon tidak pernah menduga bahwa insiden penjambretan yang menimpanya justru mempertemukan dirinya dengan Kim Mingyu-idol papan atas yang tengah berada di puncak kesuksesan bersama grupnya, SEVENTEEN. Siyeon juga sama sekali tidak menduga bahw...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siyeon's POV
Ujian akhir semester sudah di depan mata. Hari ini adalah hari Sabtu dan lusa adalah hari pertama ujian. Bukannya belajar dan mempersiapkan diri untuk itu, aku justru bersantai-santai—menghabiskan waktu dengan streaming MV Seventeen di youtube. Sebelum menghadapi rumitnya soal ujian, kupikir aku butuh merefreshkan otakku, benar 'kan?
Entah sudah berapa lama aku duduk di depan komputer dengan nyaman, menonton musicvideo Seventeen mulai dari MV debut mereka hingga MV-MV comeback selanjutnya sesuai urutan tanggal rilis. Hitung-hitung menambah jumlah viewers dan aku bisa bernostalgia—mengingat kembali perjalananku sebagai Carat serta mengingat kenangan-kenangan yang telah lalu ketika music video itu dirilis.
Jujur, dari semua MV Seventeen, ada tiga MV yang membuatku merasa tak nyaman saat menontonnya—MV Mansae, Chocolate, dan Very Nice. Kenapa? Karena ada model perempuan di video itu dan hatiku rasanya patah ketika aku melihat member Seventeen melakukan scene bersama model perempuan tersebut. Aku tahu ini lebay, tapi intinya sebagai fangirl aku merasa cemburu.
Apalagi ketika menyaksikan bagaimana Jeonghan dan model di MV Mansae—juga di MV Chocolate berdiri berhadapan dan saling berpandangan, rasanya hatiku teriris.
Tidak ada hal yang paling menyakitkan ketika kau melihat idol kesayanganmu bersanding dengan seorang gadis.
Dan aku, aku sadar sudah menyakiti hati banyak penggemar Mingyu karena kontrak yang kusetujui.
Jika apa yang kulihat di video—bagaimana member Seventeen bersanding dengan gadis yang mereka suka—hanyalah bagian dari akting, lain halnya dengan yang terjadi antara aku dan Mingyu. Ya, hubungan di antara kami memang hanya sebatas kontrak, tapi penggemar di luar sana mengetahui bahwa hubungan kami nyata. Aku sadar, aku begitu jahat karena membohongi dan menyakiti mereka di waktu bersamaan.
Jemariku bergerak mempause video, apa yang kupikirkan tak pelak membuatku jadi tidak fokus menonton. Kuraih kaleng cola yang permukaannya dikelilingi embun dingin di ujung meja, lalu meminumnya beberapa teguk. Aku memperbaiki posisi duduk sekali lagi sebelum kembali melanjutkan tontonanku.
"Aju nice! Gibun gibun gibun wo! Nice! Aju Nice!"
Berusaha mengabaikan eksistensi model perempuan di MV itu, aku memfokuskan pikiranku untuk mengingat fanchant. Aku sudah seperti penggemar yang menonton Seventeen secara langsung di konser saking hype-nya, apalagi lagu Very Nice ini benar-benar catchy dan ampuh membangkitkan semangat.
"Woo~" Aku bersorak heboh setiap kemunculan Yoon Jeonghan. Senyumku terulas lebar begitu saja. Ah, aku jadi rindu rambut panjangnya.
Senyumku yang tadinya terulas perlahan memudar, bersamaan dengan munculnya scene Mingyu yang duduk di ayunan—bersebelahan dengan sang model MV. Aku hanya mengerjap-ngerjap menyaksikan bagaimana Mingyu menarik ayunannya ke samping, mendekat ke arah model itu, dan mereka bertatapan.